Tokyo, Gontornews — Wabah flu burung terus menyebar ke sejumlah peternakan di Jepang. Kini, 20 persen peternakan dari 47 prefektur telah terdampak wabah yang menyerang unggas tersebut. Pemerintah pun menginstruksikan peternak untuk melakukan pemusnahan massal seiring dengan banyaknya laporan kematian unggas secara tiba-tiba.
Terbaru, 11.000 burung akan dimusnahkan setelah wabah flu burung terkonfirmasi pada sebuah peternakan telur di Higashiomi di Prefektur Shiga. Kementerian Pertanian Jepang menyebut wabah flu burung pertama kali terkonfirmasi dari Kota Kagawa.
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, Food and Agriculture Organization (FAO), menyebut flu burung asal Jepang dan Korea Selatan merupakan epidemi yang sangat menular bagi unggas di seluruh dunia. FAO menyebut penyebaran wabah flu burung di Asia maupun Eropa berasal dari migrasi burung liar.
“Secara genetik, virus yang ditemukan di Jepang mirip dengan virus yang ditemukan di Korea baru-baru ini. Dengan demikian, virus ini terkait dengan virus (flu burung yang menyerang) Eropa pada awal 2020 dan bukan kasus yang beredar beberapa waktu terakhir di Eropa,” ungkap pejabat senior FAO, Madhur Dhingra, kepada Reuters.
“Berarti, saat ini, kami memiliki dua epidemi HPAI H5N8 yang berbeda di Asia Timur dan Eropa,” imbuh Dhingra.
FAO juga telah memperingatkan otoritas kesehatan Afrika untuk meningkatkan pengawasan di sektor pertanian. FAO khawatir sektor pertanian dan peternakan di Afrika juga ikut terdampak virus flu burung di Eropa.
Jepang telah mengonfirmasi pemusnahan 3 juta unggas hingga saat ini akibat wabah flu burung. Tercatat, 10 dari 47 prefektur di Jepang telah melaporkan kasus baru flu burung.
Pemerintah pun mengistruksikan peternakan untuk mendisinfeksi fasilitas dan memeriksa aturan kebersihan. Mereka juga meminta para peternak untuk memastikan bahwa jaring pencegah burung liar masuk terpasang dengan benar. [Mohamad Deny Irawan]























