Bima, Gontornews – Dalam kunjugannya ke posko tanggap darurat di kantor Walikota Bima, Selasa (28/12), Wakil Presiden, Jusuf Kalla menekankan kepada para petugas agar penanganan darurat banjir lebih dipercepat. Baginya, makin cepat proses penanganan banjir akan makin baik.
“Makin cepat makin baik dalam penanganan bencana banjir. Makin lama biaya akan makin besar dan timbul penyakit karena sampah dan lumpur. Juga makin keras endapan lumpurnya dan susah dibersihkan,” kata Wakil Presiden sebagaimana dilansir portal bnpb.go.id
Wakil Presiden juga memberikan arahan agar sumur-sumur warga segera dikuras dengan pompa air. Percepatan pembersihan sampah yang terbawa banjir dan perbaikan infrastruktur juga perlu dilakukan dengan cepat.
“Pemda perlu menyiapkan Perda yang isinya bahwa selokan di depan rumah adalah tanggungjawab pemilik rumah dan harus dibersihkan. Pembangunan selokan yang terbuat dari beton perlu dilengkapi tutup yang mudah dibuka untuk pembersihan,” ungkap pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2004-2009 tersebut.
JK, sapaan akrabnya juga mendesak agar Menteri Kehutanan dan Lingkungan hidup mengeluarkan peraturan menengai pembukaan lahan hutan di Kota Bima.
“Bila di hulunya tidak diperbaiki maka setiap tahun akan terus banjir. Langkah-langkah tersebut perlu segera dilaksanakan agar banjir seperti ini tidak terulang lagi,” papar Wakil Presiden.
Dalam pertemuan di Posko Tanggap Darurat, Kepala BNPB dan Walikota Bima menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah, Pemda, relawan, dunia usaha dan masyarakat selama tanggap darurat.
Wakil Presiden juga mendesak agar pemerintah membuat program jangka pendek, menengah dan panjang guna mempermudah penanganan bencana di Kota Bima.
Dalam kunjungan ini Wapres didampingi oleh Kepala BNPB, Menteri Sosial, Wakil Ketua DPD RI, Dirjen SDA Kemen PUPR, Dirjen Bina Marga Kemen PUPR, Gubernur NTB, Deputi BNPB, Korem NTB, Dandim Bima, Dandim Dompu, Walikota Bima, Bupati Bima, Bupati Dompu, pejabat K/L, SKPD dan institusi lainnya. Mohamad Deny Irawan






















