Riyadh, Gontornews — Kedutaan Besar Arab Saudi di Den Haag diberondong tembakan pada Kamis (12/11) pagi, Saudi Press Agency (SPA) melaporkan.
Petugas keamanan di kedutaan memberi tahu layanan keamanan Belanda segera setelah insiden terjadi dan kedutaan ditutup.
Tidak ada yang terluka dalam insiden itu dan Kerajaan Saudi mengecam serangan itu sebagai “pengecut”.
“Tepat sebelum pukul 6 pagi (05:00 GMT) kami menerima pesan bahwa ada tembakan di sebuah gedung di Den Haag. Tidak ada korban luka,” kata polisi di Twitter.
Polisi Belanda mengatakan pada Kamis sore bahwa mereka telah menangkap seorang pria berusia 40 tahun dari kota Zoetermeer karena dicurigai terlibat dalam penembakan itu. Identitas tersangka yang ditahan untuk diinterogasi tidak dirilis sesuai aturan privasi di Belanda.
Arab Saudi berterima kasih kepada pihak berwenang Belanda atas tanggapan cepat mereka dalam insiden itu, dan mendesak warga Saudi di Belanda untuk lebih berhati-hati.
Kerajaan mengatakan sedang menunggu hasil penyelidikan polisi dan berharap mereka yang bertanggung jawab atas serangan itu dibawa ke pengadilan.
Arabnews.com melansir, Parlemen Arab mengutuk serangan itu dan menyerukan penyelidikan atas insiden hari Kamis itu.
Mereka juga mengatakan, para pelaku harus ditangkap dan diadili, dan parlemen mendukung setiap langkah yang diambil oleh Kerajaan untuk melindungi keamanan warganya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Belanda mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menangani penembakan itu dengan “sangat serius” dan berkomunikasi dengan otoritas Saudi.
Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional UEA mengecam keras serangan “kriminal” di kedutaan tersebut.
Mereka menolak semua bentuk kekerasan yang ditujukan untuk mengacaukan keamanan dan stabilitas yang bertentangan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip agama dan kemanusiaan.
Sejumlah selongsong peluru ditemukan di tempat kejadian, kantor berita Belanda ANP mengutip keterangan polisi.
Media lokal mengatakan ada 20 lubang peluru di gedung dan menunjukkan gambar beberapa lubang di jendela. Namun tidak ada konfirmasi jumlah tembakan oleh polisi.
Petugas telah menutup tempat kejadian dan tim forensik sedang melakukan penyelidikan, kata polisi.
Motif penembakan belum diketahui.
Insiden itu terjadi sehari setelah ledakan bom menghantam peringatan Perang Dunia I yang dihadiri oleh diplomat Prancis dan lainnya di kota Jeddah, Saudi, pada Rabu (11/11), melukai sedikitnya dua orang. []























