pesanan-baju-kaos
30 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Monday, 9 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Oase

Melongok Perkembangan Islam di Kuba

Oleh Muhammad Khaerul Muttaqien

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
9 years ago
in Oase
0
Melongok Perkembangan Islam di Kuba

Berdasarkan laporan Pew Research Center, populasi Muslim dunia diperkirakan akan meningkat 73 persen pada tahun 2050. Salah satu negara yang menjadi tempat berkembangnya Muslim adalah Kuba.

Kuba yang secara resmi disebut Republik Kuba merupakan negara berdaulat dengan Pulau Kuba dan Isle of Youth, dan beberapa pulau-pulau kecil yang berdekatan. Kuba merupakan pulau terbesar di Karibia dan terpadat kedua dengan lebih dari 11 juta penduduk.

Ternyata, agama Islam secara diam-diam berkembang di Kuba. Muslim dapat beraktivitas dengan bebas di negara ini dan mencapai jumlah 9.000. Ini prestasi besar karena pada era 1990-an jumlah Muslim Kuba hanya 12 orang.





Meski hanya bagian kecil, umat Islam di sana cukup mempengaruhi kehidupan 11,3 juta warga yang dikenal dengan cerutunya itu.

BACA JUGA

Muslim Kamboja Merawat Iman Setelah Luka Sejarah

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 2)

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 1)

Cara Muslim di AS Mendidik Non-Muslim

“Islam telah menjadi penting dalam budaya Kuba sejak kedatangan Christopher Columbus ke pulau ini. Dia datang dengan budak Moor yang merupakan bagian dari budaya Spanyol. Tak lama setelah Fidel Castro mengambil alih Kuba pada tahun 1959, ia melembagakan pemerintah komunis, lengkap dengan larangan agama,” kata Marta Linares Gonzalez yang masuk Islam dan mengambil nama Islam Fatima.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, agama Islam dikabarkan akan terus mengakar. Laporan Pew Research Center memperkirakan, populasi Muslim dunia akan meningkat 73 persen pada tahun 2050. Salah satu negara yang menjadi tempat berkembang Muslim adalah Kuba.



Jorge Elias Gil Viant yang dikenal dengan nama Haji Isa, seorang Muslim dan seniman Kuba menjelaskan, kebanyakan Muslim di Kuba adalah keturunan imigran Muslim.

“Ini komunitas muda. Muslim dari luar negeri telah dan masih merupakan faktor penentu dalam perkembangan masyarakat Kuba,” ujar mantan pustakawan Uni Arab-Kuba.

Menurut pria asli Kuba yang berprofesi sebagai seniman itu, komunitas Muslim di Kuba sebagian besar adalah pelajar dan pekerja.

Pelajar Muslim biasanya berasal dari Afrika, Sahara Barat, Yaman, Palestina, dan negara Arab lainnya. Peran mereka cukup besar di era tahun 1990-an.

Beberapa waktu kemudian, banyak imigran dari Pakistan muncul. Menurut Isa, asimilasi kultur ini membuat komunitas Muslim di Kuba memiliki karakteristik yang berbeda di beberapa wilayah.

Seiring berjalannya waktu, lebih banyak penduduk Kuba yang berpindah agama menjadi Muslim.

Pedro Lazo Torres, yang dikenal sebagai Imam Yahya mengatakan, dulu ada sedikit umat Islam di Kuba. Mereka menunaikan shalat di dalam rumah. Ketika mulai tumbuh, shalat mereka tumpah ke jalan.

Torres yang menjabat sebagai Presiden Liga Islam Kuba mengatakan, jumlah Muslim Kuba terus meningkat. Kini, mayoritas warga Muslim Kuba merupakan mualaf dengan beragam alasan.

Namun, sembilan puluh sembilan persen dari Muslim Kuba bukan keturunan Arab. Ahmad Abuero misalnya. Pria berusia 48 tahun ini mengaku masuk Islam setelah membaca biografi Malcom X, seorang pejuang hak-hak sipil di Amerika Serikat.

Sejak tahun 2007, komunitas Muslim di Kuba resmi memiliki organisasi yang diakui negara, yaitu Liga Islámica de Cuba (Cuba’s Islamic League) atau Liga Islam Kuba.

Organisasi ini yang mewakili umat Islam Kuba untuk berbicara dengan pemerintah, dan tidak ada Islamofobia di Kuba.

Mendambakan Masjid

Shalat Jumat di negeri perjuangan Che Guevara memang masih asing. Meski ada sekitar 1.500 Muslim, bisa dibilang Kuba satu-satunya negara Amerika Latin yang tak memiliki masjid. Itulah yang membuat Muslim Havana kebingungan bila hari Jumat datang.

“Tak ada tempat untuk shalat Jumat,” ujar Pedro Lazo Torres, ketua Liga Islam Kuba.

Sebenarnya ada satu tempat peribadatan di Havana yang bisa digunakan untuk menggelar shalat Jumat, yaitu The Arab House. Tempat ini dimiliki imigran Arab yang sangat kaya. Dia tinggal di Kuba sejak 1940.

Selain sebagai tempat ibadah, The Arab House juga dilengkapi museum dan restoran. Sayangnya, tempat itu hanya boleh dikunjungi oleh orang Arab.

Orang Kuba, meski Muslim, tidak diperbolehkan beribadah di sana. Karena itu, setiap Jumat

Pedro Lazo Torres menyediakan apartemennya sebagai tempat shalat berjamaah bagi Muslim Havana.

Bahkan demi menggelar shalat Jumat, Pedro menyingkirkan furnitur dan membentangkan karpet di lantai dan balkon, meski aliran air sering mati. Akibatnya, para jamaah memakai air dari ember yang diisi dari shower karena darurat.

Kebudayaan boleh berbeda, tapi seseorang yang memeluk Islam harus menerima apa yang diperintahkan oleh Allah. Pedro mengatakan, sebenarnya banyak negara Muslim yang menawarkan bantuan dana untuk membangun masjid.

Namun, Pedro mengharapkan agar niat baik tersebut datang dari Pemerintah Kuba sendiri. Rencananya, sebuah masjid akan dibangun di Havana, ibukota Kuba. Tak hanya akan menjadi yang pertama di Kuba, masjid itu akan menjadi yang terbesar di Amerika Latin.

Sejak tahun 2015, pihak berwenang Kuba menyatakan bahwa sudah saatnya masjid dibangun setelah jumlah populasi warga Muslim terus tumbuh.

Gagasan untuk membangun masjid itu juga dipicu banyak warga Muslim yang menjadikan ruang gedung-gedung di pusat kota untuk shalat.

Salinan al-Qur’an dengan bahasa Arab dan bahasa Spanyol juga terus menyebar di Havana. Masjid pertama di Kuba rencananya akan dibangun di Old Havana.

Pemimpin Muslim paling berpengaruh Kuba, Pedro Lazo Torres atau dikenal sebagai Imam Yahya, menjadi imam Muslim pertama negara komunis yang dipimpin Raul Castro itu.

Kepada USA Today Torres mengatakan, ketika jumlah umat Muslim masih sedikit, pihaknya masih bisa menahan mereka untuk shalat berjamaah di rumah warga. Namun, ketika jumlahnya terus bertambah, para warga Muslim kerap shalat hingga ke ruas jalan.

Bisnis Muslim dan Celah Dakwah

Dalam tulisan The Muslims of Cuba yang dimuat Aljazeera (23/9/2017), Sylvia Hines yang berkali-kali mengunjungi Kuba menyatakan, rumah dan kafe milik keluarga Muslim sering menjadi pusat kegiatan komunitas Muslim.

Bahkan, dengan bisnis kecil yang mereka jalankan, celah dakwah untuk mengenalkan Islam kepada warga setempat jadi terbuka.

Di pinggiran Santa Clara, misalnya, Hassan Jan punya bisnis percetakan di ruangan depan rumahnya. Rumah yang dahulunya vila itu disekat menjadi beberapa ruangan, salah satunya ruangan shalat bagi Muslim. Usaha kecil yang dijalankan Hassan membuat warga Kuba punya akses lebih besar untuk berinteraksi dengan pemeluk Islam.

Contoh lainnya, Jorge Miguel Garcia atau Khaled, pemilik kafe yang cukup kesohor di kalangan komunitas Muslim dan non-Muslim di Santiago. Pria yang berpindah keyakinan dari Baptisme menjadi Muslim ini sempat bekerja di kedokteran forensik. Saat Pemerintah Kuba membuka kesempatan rakyat memulai usaha kecil, Khaled tak melewatkannya.

Ide awal bisnis Khaled sebenarnya impor suku cadang motor. Namun, bisnis jenis ini tak diizinkan di Kuba. Karena itu, Khaled mendirikan sebuah kafe olahraga bersama seorang temannya yang non-Muslim.

“Kami tidak menyajikan alkohol dan itu tidak masalah,” kata Khaled.

Kafe ini penting karena menjadi jalan bagi warga Kuba untuk mengenal Islam. Orang-orang yang datang akan bertanya tentang Islam, dan Khaled menyukai ketertarikan pengunjung kafenya. Banyak konsumen yang datang kembali ke sana karena mereka melihat makanan di sana sehat dan tiap orang dilayani dengan baik.

Khaled paham ada prinsip kedamaian, cinta, dan ketaatan kepada Allah SWT di dalam Islam. []

Tags: CastroKubaMuslim
Share202Tweet127Send
Previous Post

UAS: Ternyata yang Benci Ulama itu Orang Gila

Next Post

BPOM Nyatakan Dua Produk Suplemen Mengandung DNA Babi

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026

Komjen (Purn) Dr Nurfaizi Suwandi: Mutiara Indonesia di Negeri Piramida

13 February 2018
Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

2 November 2026
Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

1 November 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

0
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

0
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

0
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

8 November 2026
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

8 November 2026
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

7 November 2026
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

7 November 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result