Islamabad, Gontornews — Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mendesak PBB dan komunitas internasional untuk bertindak menyelesaikan permasalahan Kashmir. Berbicara dalam sidang umum PBB ke-75, PM Imran Khan menyebut permasalahan Kashmir merupakan ancaman bagi perdamaian global.
“Perjanjian internasional telah dilanggar dan dikesampingkan. Konflik terus bergulir dan terus meningkat,” kata Khan sebagaimana dilansir Anadolu.
“Secara ilegal dan sepihak, India telah mengubah status wilayah pendudukan dan mengerahkan pasukan tambahan. Saat ini, jumlah pasukan (India) mencapai 900.000 orang yang bertugas untuk mengepung 8 juta warga secara militer,”
“Semua ini terdokumentasi dengan baik dalam laporan Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia, komunikasi dari pelapor khusus dewan Hak Asasi Manusia, pernyataan dari organisasi hak asasi manusia (internasional) dan masyarakat sipil,” paparnya.
Khan pun mendesak komunitas internaisonal untuk menyelidiki pelanggaran berat di Kashmir. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“(Saya mendorong semua pihak untuk menyelidiki) pelanggaran berat ini. (Kami) menuntut personel sipil dan militer India yang terlibat (dikategorikan sebagai) terorisme dan kejahatan serius terhadap kemanusiaan. Perubahan struktur demografis wilayah pendudukan adalah kejahatan perang,” papar mantan atlet kriket Palestina tersebut.
“Pakistan telah melakukan penolakan terhadap provokasi India serta pelanggaran gencatan senjata yang menargetkan warga sipil tak bersalah (di Kashmir). Kami secara konsisten menyadarkan komunitas dunia tentang operasi bendera palsu dan kesalahan yang disengaja oleh India,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]




























