Kairo, Gontornews — Parlemen Mesir pada hari Senin (20/7) memberi mandat kepada Presiden Abdel Fattah El-Sisi untuk mengirim pasukan ke Libya.
Sebuah pernyataan oleh parlemen menetapkan “persetujuan pengiriman unsur-unsur Angkatan Bersenjata Mesir pada misi tempur di luar perbatasan negara Mesir, untuk mempertahankan keamanan nasional Mesir di arah strategis Arab terhadap tindakan milisi kriminal bersenjata dan elemen teroris asing, sampai akhir misi pasukan.”
Arabnews.com merilis, mandat itu datang beberapa hari setelah El-Sisi bertemu dengan para pemimpin suku Libya di Kairo. Mereka menyerukan Angkatan Bersenjata Mesir “untuk campur tangan melindungi keamanan nasional Libya dan Mesir.”
El-Sisi juga membahas masalah Libya dan perkembangan di Dam Renaissance Ethiopia dengan Presiden AS Donald Trump.
Parlemen Mesir telah bertemu untuk memberikan mandat kepada El-Sisi untuk menggunakan kekuatan militer demi membela kepentingan nasional Mesir, khususnya yang berkaitan dengan Ethiopia dan Libya.
El-Sayed El-Sharif, wakil ketua parlemen, mengatakan bahwa Pasal 152 konstitusi Mesir menetapkan bahwa negara tidak dapat mendeklarasikan perang atau mengirim pasukan pada misi tempur sampai setelah persetujuan parlemen.
“Dalam situasi ini tidak ada mayoritas atau oposisi. Kita semua satu suara untuk mendukung negara Mesir dalam menghadapi bahaya ini,” katanya.
Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNA), dengan dukungan Turki, baru-baru ini melancarkan serangan terhadap Tentara Nasional Libya di Libya barat laut dan berjanji untuk maju merebut Sirte dan pangkalan udara Al-Jufra di pedalaman.
El-Sisi telah menekankan bahwa garis depan Sirte dan Al-Jufra adalah “garis merah” untuk keamanan nasional Mesir.
El-Sisi juga diberi pengarahan pada Ahad malam tentang perkembangan Bendungan Renaissance dan negosiasi tiga arah antara Mesir, Ethiopia dan Sudan, dan membahas perkembangan situasi di Libya selama pertemuan Dewan Pertahanan Nasional.
“Dewan membahas situasi politik, keamanan dan militer negara secara keseluruhan di semua arah strategis, dalam konteks perkembangan berbagai tantangan saat ini di arena regional dan internasional,” kata juru bicara kepresidenan Mesir. []























