Sana’a, Gontornews — Badan PBB untuk urusan Pangan, Food and Agriculture Organization (FAO), memprediksi ancaman bencana kelaparan bagi 2 juta warga Yaman dalam enam bulan ke depan. Lebih lanjut, pemantauan FAO di 113 distrik di Yaman meningkatkan kekhawatiran kekurangan pangan bagi warga Yaman.
“Rakyat Yaman telah melalui banyak hal dan mereka terbukti tangguh. Tapi, mereka menghadapi terlalu banyak masalah mulai dari Covid-19 hinga invasi belalang. Sejumlah petani kecil dan keluarga Yaman menggantungkan mata pencahariannya dari sektor pertanian. Mereka pun membutuhkan dukungan dari kita sekarang lebih dari sebelumnya,” ungkap perwakilan FAO untuk Yaman, Hussein Gadain sebagaimana dilansir Anadolu.
Hussein juga memprediksi bahwa kesulitan pangan di Yaman lebih parah ketimbang kesulitan serupa yang terjadi pada tahun 2019.
“Kita harus bertindak sekarang. Pada tahun 2019, berkat peningkatan bantuan besar-besaran, WFP dan para mitranya mampu membalikkan keadaan di daerah-daerah rawan pangan di Yaman.”
“Tetapi, tanda-tanda peringatan telah muncul kembali dengan pandemi Covid-19 yang juga ikut melanda,” jelas Direktur WFP untuk Yaman, Laurent Bukera.
Sebagaimana diketahui, Yaman dilanda perang saudara dan ketidakstabilan politik sejak tahun 2014. Pemberontak Houthi merebut hampir sebagian besar negara termasuk ibu kota Sanaa. Sementara koalisi pemeirntah yang dipimpin Saudi hadir di Yaman untuk mengembalikan situasi di Yaman.
Sebagai korban, masyarakat Yaman dilanda bencana kelaparan serta krisis kemanusiaan yang mengancam lebih dari 2 juta warga. [Mohamad Deny Irawan]























