London, Gontornews — Raja Yordania Abdullah II pada hari Kamis (28/10) menyerukan penguatan upaya regional dan internasional untuk mencapai solusi politik krisis Timur Tengah yang membawa stabilitas dan keamanan bagi kawasan.
Ia menyatakan hal itu ketika bertemu dengan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, di London. Keduanya bertemu untuk membahas penguatan kerjasama ekonomi, pariwisata, perdagangan, dan pertahanan.
Raja Abdullah memuji upaya Inggris menjadi tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26), dan ia berharap untuk berpartisipasi di dalamnya.
“Pertemuan itu juga membahas pentingnya meningkatkan upaya regional dan internasional dalam perang melawan terorisme, dengan pendekatan yang holistik,” lapor Kantor Berita Petra sebagaimana dirilis Arabnews.com.
Dia menyerukan untuk mencapai perdamaian yang adil dan komprehensif, berdasarkan solusi dua negara, yang menjamin pembentukan negara Palestina merdeka, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Raja Abdullah mengatakan penting untuk mempertahankan dukungan bagi Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina agar dapat melanjutkan layanan bantuannya sesuai dengan mandat PBB.
Dia juga menyerukan “mengakhiri tindakan sepihak Israel yang dapat merusak stabilitas dan prospek untuk mencapai perdamaian.”
Sementara itu Johnson menegaskan kembali dukungan negaranya untuk proyek-proyek ekonomi regional, memuji Yordania karena menampung para pengungsi, termasuk warga Suriah, dan memberi mereka layanan kesehatan dan pendidikan.
“Johnson juga memuji komitmen Jordan untuk mengurangi emisi karbon, dan upayanya dalam mengurangi dampak perubahan iklim,” kata pernyataan itu.[]























