San Diego, Gontornews – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh pakar Biologi asal San Diego State University, AS, Marshal Hedin menemukan adanya hubungan keluarga antara dua laba-laba paling beracun di dunia, Funnel Web Spider (laba-laba corong) dan Mouse Spider (laba-laba tikus).
Menurut Hedin, kedua spesies laba-laba tersebut merupakan keluarga laba-laba Arakhnida yang ditemukan di Australia. Selain kedua spesies di atas, hubungan keluarga Atracinae dan Actinopodidae juga terjadi. Penemuan ini selanjutnya akan dikembangkan untuk menemukan penawar racun yang baru serta bentuk baru insektisida.
“Jumlah orang yang terkena sengatan laba-laba tersebut selalu meningkat setiap tahun, namun berkurangnya jumlah korban meninggal karena penawar racunnya masih tersedia,” ungkap Hedin sebagaimana dilansir Scietechdaily.
Secara historis, laba-laba berevolusi dari nenek moyang mereka yang berusia 200 juta tahun silam. Sedangkan secara anatomi dan sifat-sifat, laba-laba corong dan laba-laba tikus memiliki persamaan dengan spesies laba-laba yang lain meski memiliki hubungan keluarga yang jauh.
Meski demikian, kedua laba-laba paling berbahaya di dunia tersebut memiliki jenis penawar racun yang sama yang mampu mengobati laba-laba jenis Atricinae dan Actinopodida. Banyak pakar meduga bahwa persamaan tersebut terjadi karena adanya hubungan keluarga di antara mereka.
“Laba-laba corong selalu memiliki tempat yang berbeda secara taksonomi,” ujar Hedin dalam jurnal yang diterbitkan oleh Scientific Reports.
Penelitian ini melibatkan sejumlah periset asal Selandia Baru dan Argentina untuk mengidentifikasi jenis laba-laba di sejumlah negara. Mereka melakukan potongan genetika dan mencari pola genetik untuk mengungkapkan keterkaitan spesies laba-laba satu dengan spesies yang lain.
“Kami yakin telah menyelesaikan hubungan ini,” kata Hedin. [Mohamad Deny Irawan]





















