New York, Gontornews — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres “terkejut” dengan pemboman sebuah sekolah di Ukraina timur yang menewaskan 60 orang dan menyerukan warga sipil untuk diselamatkan, kata juru bicaranya, Ahad (8/5).
“Sekretaris Jenderal terkejut dengan serangan yang dilaporkan pada 7 Mei yang menghantam sebuah sekolah di Bilohorivka, Ukraina, tempat warga berlindung dari pertempuran yang sedang berlangsung,” kata juru bicara Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan dikutip dw.com.
Guterres menegaskan kembali bahwa warga sipil dan infrastruktur sipil harus selalu diselamatkan pada saat perang.
Dia juga mencatat bahwa serangan itu menjadi pengingat lain bahwa dalam perang ini, seperti dalam banyak konflik lainnya, warga sipil yang paling dirugikan.[]






















