pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 29 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Ta’dib: Jawaban untuk Kemerosotan Akhlak Manusia

Oleh Ahmad Resa, Universitas Darussalam Gontor

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
5 years ago
in Kolom
0
Foto: kumparan.com

Di zaman modern seperti sekarang ini, umat manusia sedang menghadapi masalah yang sangat serius. Bila melihat hal-hal yang bersifat material, umat manusia sangat maju. Masalahnya, kemajuan dalam bentuk materi tidak diimbangi dengan kemajuan akhlak. Umat manusia kini sedang mengalami kemerosotan akhlak yang sangat jauh. Kemajuan dalam hal-hal material dan kemunduran dalam hal akhlak berbanding seratus delapan puluh derajat. Melihat realita yang sangat memprihatinkan ini, para ahli kemudian mulai memikirkan solusi untuk mengatasinya. Salah satunya Syed Muhammad Naquib al-Attas. Beliau melihat fenomena ini, khususnya di kalangan umat Islam, sebagai fenomena yang serius di mana manusia kehilangan adab (loss of adab).

Syed Muhammad Naquib al-Attas menyoroti masalah loss of adab  ini sebagai suatu masalah yang sangat serius. Penyebab dari permasalahan ini kekeliruan dan kesalahan terhadadp ilmu. Inilah yang menjadi akar permasalahan. Kesalahan terhadap ilmu merupakan tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia. Kesalahan terhadap ilmu tidak disebabkan oleh kejahilan, melainkan ilmu yang dipahami dan disebarkan ke seluruh dunia oleh peradaban Barat yang bermasalah. Ilmu yang hakikatnya untuk mewujudkan perdamaian dan keadilan, sekarang malah menciptakan kekacauan. Ilmu yang menciptakan kekacauan ini dikarenakan karena Barat dalam masalah epistemologi selalu berangkat dari keraguan. Maka, untuk mencapai kebenaran jalannya dengan mengembangkan keraguan.

Selain itu, cara pandang Barat juga dikotomis, sehingga melahirkan pandangan bahwa ilmu terbagi menjadi dua, ilmu umum dan ilmu agama. Pembagian seperti ini menyebabkan degradasi ilmu agama. Padahal  ilmu agama adalah ilmu yang lebih universal karena ia mengatur semua realitas alam. Karena dipisahkan dari ilmu agama, ilmu sains saat ini kehilangan nilai-nilai ketuhanan, atau dengan kata lain sekuler.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, al-Attas menggagas islamisasi sains. Dalam merealisasikan proyek ini, dibutuhkan individu-individu unggul untuk islamisasi sains. Individu yang dimaksud di sini individu yang berpandangan hidup Islam dan memahami konsep-konsep kunci dalam Islam. Jalan yang ditempuh al-Attas untuk melahirkan individu-individu tersebut dengan menggagas konsep ta’dib untuk pendidikan Islam.

BACA JUGA

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

Strategi Guru Menumbuhkan Kualitas Iman Siswa

Konsep ta’dib yang ditawarkan oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas sangat sarat dengan nilai-nilai keislaman. Berbeda dengan Barat yang menawarkan pendidikan karakter. Seakan memberikan solusi, pendidikan karakter ternyata merupakan masalah baru ketika dibawa ke dalam masyarakat Muslim. Masalahnya, pendidikan karakter yang dibawa oleh Barat, menitikberatkan pada kebiasaan baik. Namun, baik dalam pandangan Barat sangatlah dilematis, karena barat menganut paham relativisme. Sehingga segala sesuatu di mata masyarakat barat bersifat relatif, termasuk apa yang dimaksud dengan baik itu sendiri. Setiap orang atau masyarakat, memiliki kriteria baik menurut mereka masing-masing. Pendirian yang seperti ini dikarenakan relativisme yang dianut Barat menafikan eksistensi Tuhan.

Bila ditelisik secara bahasa, ta’dib  berasal dari kata adaba yang artinya undangan kepada suatu jamuan. Dalam konsep jamuan ini, orang yang menjamu orang yang mulia dan terhormat. Begitu juga para hadirin yang menghadiri jamuan tersebut merupakan orang-orang yang pantas mendapatkan penghormatan. Adab juga dapat diartikan sebagai mendisiplinkan pikiran dan jiwa. Ia juga pelaksanaan perbuatan benar dan tepat sebagai lawan dari perbuatan salah dan keliru. Dalam dunia sastra, dikenal juga istilah adab, yaitu ilmu pengetahuan tentang hal-hal indah yang mencegah dari kesalahan. Seseorang yang dalam dirinya tersimpan adab, mencerminkan kebijaksanaan. Perlu ditekankan bahwa tujuan pendidikan dalam Islam untuk menanamkan kebaikan atau keadilan pada manusia sebagai manusia dan diri pribadi, atau dengan kata lain menghasilkan manusia yang baik, dapat juga dikatakan insan kamil (manusia yang sempurna).



Penggunaan kata ta’dib juga terdapat dalam hadis Rasulullah SAW: “addabani rabbi fa ahsana ta’dibi”. Artinya: “Tuhanku telah mendidikku, dan aku menjadikan pendidikanku yang terbaik”. Dengan demikian, pendidikan menyerapkan dan menanamkan adab pada manusia. Adab di sini kita artikan sebagai pengenalan dan pengakuan atas tempat, kedudukan, dan keadaan yang tepat dan benar dalam kehidupan, dan untuk disiplin pribadi agar ikut serta secara positif dan rela memainkan peranan seseorang yang sesuai dalam pengenalan dan pengakuan.

Kehadiran adab pada diri seseorang dan masyarakat secara keseluruhan mencerminkan keadilan, hilangnya adab berarti hilangnya keadilan. Dari sini dapat kita pahami bahwa tujuan pendidikan tidaklah sesempit apa yang ada pada masyarakat saat ini. Masyarakat saat ini menyamakan pendidikan dengan ta’lim. Artinya, ketika orang tua telah mengantarkan anaknya ke sekolah, maka ia telah menyelenggarakan pendidikan bagi anaknya. Padahal, lebih daripada itu, pendidikan ditujukan agar manusia dapat menjadi manusia seutuhnya sebagaimana semestinya.[]

Tags: Adab
Share171Tweet107Send
Previous Post

Sudan: Jenderal Polisi dan Seorang Demonstran Tewas dalam Protes Antikudeta

Next Post

Primago Ajak Donatur dan Muhsinin Jadi Orang Tua Asuh Santri Yatim, Yatim Piatu dan Dhuafa

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

29 October 2026
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

29 October 2026
Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

28 October 2026
Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

0
IQT UNIDA Gontor Pelajari Ilmu Qira’at di Daru Hasbi Jakarta

IQT UNIDA Gontor Pelajari Ilmu Qira’at di Daru Hasbi Jakarta

0
Laba-Laba Bisa Bermimpi, Benarkah?

Laba-Laba Bisa Bermimpi, Benarkah?

0
Pimpinan Darunnajah 2 Cipining KH Jamhari Abdul Jalal Wafat

Pimpinan Darunnajah 2 Cipining KH Jamhari Abdul Jalal Wafat

0
BPJPH Apresiasi Dampak Positif Gen Halal Championship 2026

BPJPH Apresiasi Dampak Positif Gen Halal Championship 2026

0
Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

29 October 2026
Swedia Tidak Akan Ubah UU Kebebasan Berbicara

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

29 October 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
SAA UNIDA Gontor Pelajari Ekoteologi Hindu dan Tri Hita Karana di Malang

SAA UNIDA Gontor Pelajari Ekoteologi Hindu dan Tri Hita Karana di Malang

29 October 2026
Guru Hadlonah Belajar Optimasi Website Bersama PkM ILKOM UNIDA Gontor

Guru Hadlonah Belajar Optimasi Website Bersama PkM ILKOM UNIDA Gontor

29 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result