Ponorogo, Gontornews — Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor bekerjasama dengan Pondok Modern Tazakka, Ittihadu Mudrris al Lughah al ‘Arabiyah (IMLA) dan Center for Research Intercommunication Knowledge (CFRIK) yang berbasis di Riyadh, Arab Saudi, menyelenggarakan lokakarya Penyusunan Linguistik Korpus Bahasara Arab kedua di Universitas Darussalam Gontor, 16-18 Januari 2018.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Dr Aly bin Ma’youf dari CFRIK Riyadh, Prof Dr Imam Asrori, ketua umum PP IMLA, Prof Dr Haslina Hassan dari International Islamic University Malaysia (IIUM), Totok Sujardijanto PhD dari Universitas Indonesia, Dr Fokky Fuad dari Universitas Al Azhar Indonesia dan Dr Abdul Hafidz Zaid dari Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo.
Acara ini juga melibatkan sekitar 140 peserta yang merupakan pakar bahasa Arab, jajaran pengurus Program Studi PBA seluruh Indonesia, perwakilan dosen-dosen bahasa Arab dari berbagai kampus di Indonesia serta mahasiswa pascasarjana PBA UNIDA Gontor.
Dalam sambutannya, ketua panitia lokakarya Yoke Suryadarma mengatakan bahwa pertemuan ini berfungsi sebagai penguat pemahaman dan pengenalan gambaran model korpus Arab di Indonesia.
“Karena memang penyusunan korpus Arab di Indonesia membutuhkan waktu yang relatif lama,” kata Yoke kepada Gontornews.
“Lokakarya II kali ini sifatnya masih sangat mendasar, sehingga belum mampu mempraktikkan model korpus bahasa Arab secara penuh. Meski demikian, kami berharap agar para peserta memahami dan mengerti kelanjutan korpus bahasa Arab di Indonesia,” tambah Yoke.
Sejumlah rekomendasi dari pertemuan ini diputuskan yaitu pembagian tugas menjadi tim data dan tim sistem, serta penetapan tuan rumah lokakarya ke-3 yang akan dilangsungkan pada April 2018 dengan agenda pemantapan lokakarya ke-2 di UNIDA Gontor. [Mohamad Deny Irawan]






















