Cox’s Bazar, Gontornews — Badan pengungsi Persatuan Bangsa-bangsa, United Nations High Comissioner for Refugees (UNHCR) mengatakan bahwa lebih dari setengah juta pengungsi Rohingya di Bangaldesh telah mendapatkan dokumen identitas. Dengan penerbitan kartu identitas ini, UNHCR berharap pengungsi Rohingya mendapatkan fasilitas keamanan yang layak.
“Lebih dari 500.000 pengungsi Rohingya asal Myanmar telah terdaftar oleh otoritas Bangladesh dan UNHCR,” kata UNHCR dalam sebuah pernyataan yang dilansir Anadolu.
“Kartu biometerik ini diterbitkan secara bersama-sama oleh otoritas Bangaldesh dan UNHCR bagi seluruh pengungsi yang terverifikasi di atas usia 12 tahun,” tambah pernyataan tersebut.
Keakuratan data yang berhasil dikumpulan diharapkan dapat membantu lembaga dalam merencanakan program mereka yang membutuhkan penanganan khusus seperti perempuan, anak-anak dan penyandang disabilitas.
“Kartu registrasi ini menunjukkan bahwa Myanmar merupakan negara asal dan menjadi elemen penting dalam membangun dan melindungi hak para pengungsi Rohingya untuk kembali ke rumah mereka di Myanmar,” katanya.
Jumlah pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar diperkirakan mencapai 900.000 orang. Mayoritas pengungsi melarian diri dari kampung halamannya di Rakhine pada Agustus 2017 yang lalu. Meski demikian, Badan Pusat Statistik Bangladesh menyebut ada sekitar 1,1 juta pengungsi Rohingya di negara yang berbatasan dengan Myanmar tersebut.
Sementara itu, Amnesty International memprediksi ada lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya di Bangladesh dengan mayoritas wanita dan anak-anak. [Mohamad Deny Irawan]























