Dalam Islam, usia baligh merupakan usia keemasan yang penting untuk dipersiapkan menjadi manusia yang bertanggung jawab, baik urusan dunianya maupun akhiratnya. Dengan kematangan akal yang dimiliki, remaja diharapkan dapat menggunakan segala potensi yang ada pada dirinya ke arah kebaikan atau hal-hal yang positif.
Hal ini dikarenakan setiap individu sudah diberikan petunjuk oleh Tuhan mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah. Tergantung kepada individu tersebut memilih jalan yang mana, seperti yang disebutkan dalam al-Qur’an Surat asy-Syams ayat 8-10.
Dalam al-Qur’an pun banyak dikisahkan sosok remaja antara lain, remaja atau pemuda Ashabul Kahfi (penghuni gua) yang mempunyai keimanan tinggi, sehingga tetap teguh mempertahankan keyakinan kepada Tuhannya. Walaupun taruhannya nyawa mereka karena menyalahi aturan kerajaan pada waktu itu (Surat al-Kahfi ayat 10). Sebaliknya, sosok remaja yang cenderung mengikuti hawa nafsunya, sekalipun jalan yang ditempuhnya merupakan jalan yang sesat, digambarkan dalam al-Qur’an seperti sosok remaja Kan’an yang tidak mengindahkan ajakan sang ayah untuk mempunyai keyakinan yang sama (dalam Surat Hud ayat 42).
Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang seringkali diidentikkan dengan masa galau dan masa pencarian identitas diri. Zakiah Daradjat mengartikan remaja sebagai masa peralihan di antara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisik maupun psikisnya.
Kemandirian life skills diperlukan bagi remaja sebagai bekal kehidupan menjadi dewasa. Saat ini banyak masjid telah memiliki program bimbingan remaja, tetapi di dalamnya belum ditemukan materi pendidikan life skills secara komprehensif. Sehingga Dr Risa Arisanti terdorong melakukan penelitian untuk meningkatkan peran masjid dalam program bimbingan life skills remaja masjid.
Peneliti pun menyimpulkan bahwa pertama, analisis kebutuhan lapangan dilakukan dengan cara menggali informasi dari tujuh unsur pihak-pihak terkait, yaitu guru Bimbingan Konseling (BK) sekolah, siswa SMP SMA, orangtua siswa, pengurus masjid, pembina masjid, peserta program remaja masjid, dan orangtua peserta program remaja masjid; menunjukkan kebutuhan remaja akan bimbingan life skills.
“Berdasarkan analisis terhadap lima program pembinaan remaja masjid sebagai objek penelitian, yaitu Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA), Youth Islamic Study Club (YISC Al Azhar), Remaja Islam Sunda Kelapa (Remisya), Sobat An Nashr (SONAR), dan Remaja Masjid Jogokariyan, secara umum belum memasukkan materi life skills secara komprehensif dan terstruktur,” jelas Dr Risa dalam disertasi berjudul Pengembangan Program Bimbingan Remaja Masjid untuk Membangun Kompetensi Kemandirian Life Skills itu.
Kedua, program bimbingan life skills remaja masjid mengacu pada konsep life skills berdasarkan UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Depdiknas, dan WHO yang terdiri dari empat keterampilan dasar yaitu: (1) Keterampilan Personal; (2) Keterampilan Sosial; (3) Keterampilan Rasional; dan (4) Keterampilan Vokasional.
Selanjutnya program bimbingan life skills remaja masjid disusun berdasarkan struktur program layanan bimbingan dan konseling di satuan pendidikan pada Permendikbud No 111 tahun 2014, terdiri dari komponen: (1) rasional program; (2) visi dan misi; (3) deskripsi kebutuhan; (4) tujuan program; (5) komponen program; (6) bidang layanan; (7) rencana operasional; (8) pengembangan tema/topik; (9) evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut; serta (10) anggaran biaya.
Ketiga, program bimbingan hasil uji kelayakan diperoleh setelah uji validasi ahli (pembina remaja masjid, ahli bahasa, psikolog, dan konselor), uji implementation pada kelompok remaja masjid (pembina remaja masjid, pengurus remaja masjid, pelaksana program remaja masjid, peserta program remaja masjid), dan evaluasi oleh Dewan Masjid Indonesia.
Dipromotori oleh Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS, Dr H Ibdalsyah MA, Dr Hj Imas Kania Rahman MPd, disertasi dengan nilai A (Cum Laude) dan diuji oleh Prof Dr H Hasbi Indra MA dan H Adian Husaini MSi PhD itu pun menjabarkan hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa materi program bimbingan kecakapan hidup menjawab kebutuhan remaja yang sedang dihadapi.
Dalam pengembangan program pembinaan kecakapan hidup remaja masjid, perlu dikembangkan topik-topik program yang dapat menarik minat remaja, dengan metode pengajaran yang interaktif dan dalam bentuk praktik sesuai kebutuhan remaja.
“Perlu juga dilakukan dengan bahasa yang sesuai dengan pemahaman mereka, materi yang mudah dipahami dan menyentuh kehidupan mereka, dengan berbagai metode dan media yang menarik sehingga aktual, faktual, dan kontekstual,” tambah peraih Nominasi Mahasiswa Cum-Laude Institut Teknologi Bandung 2002 dan Nominasi Beasiswa Virginia Technology University, USA 2003 itu.
Selain itu, sambungnya, hal yang penting dilakukan yaitu sosialisasi dan peningkatan komunikasi dengan DKM terkait pentingnya program remaja masjid ini, serta strategi dalam tahap implementasi agar kendala operasional dapat diatasi dan program pembinaan dapat berjalan efektif.
“Bagi sekolah atau komunitas remaja, program bimbingan juga bisa digunakan sebagai bahan masukan dalam program bimbingan life skills remaja secara umum, yang dapat digunakan oleh lembaga pendidikan formal maupun nonformal,” tutup ibu tiga anak tersebut. [Edithya Miranti]
Biodata Singkat Peneliti
Nama lengkap : Dr Risa Arisanti SSi Apt MM
Tempat Tanggal Lahir : Bandar Lampung, 21 Agustus 1979
Pendidikan :
- S1 Institut Teknologi Bandung (1998-2002), Cum Laude, IPK 3.80.
- S2 Prasetiya Mulya Business School (2004-2006), IPK 3.69.
- Apoteker Institut Teknologi Bandung (2002-2003), IPK 3.74.
- S3 Universitas Ibn Khaldun Bogor (2021- 2023), Magna Cum Laude, IPK 3.91.
Pengalaman Kerja :
- Consultant, Self Academy (2018-sekarang).
- Dosen Praktisi (2023-sekarang).
Prestasi :
- Juara 1 Presentasi Terbaik Kompetisi Sains dan Teknologi Nasional, DIKTI, Departemen
Pendidikan Republik Indonesia, 2003.
- Siswa Terbaik Sumatera Utara, 1994.
- Siswa Terbaik Sumatera Selatan, 1991.
Karya Tulis dan Karya Ilmiah:
- Smart Mom Secret, Penerbit Serambi, launching di Islamic Book Fair, 2018.
- Home Manager, Penerbit Elex Media Computindo, Gramedia, 2022.
- Pengembangan Metode Deteksi Mikroba Staphyllococcus Aureus Penyebab Keracunan Makanan dengan Metode Antigen, ITB, 2002.
- Analisis Kebijakan Program Pendidikan Agama Islam Untuk Meningkatkan Partisipasi Orang Tua dan Masyarakat, Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam, 22(1), 103-124.


























