pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Monday, 9 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Gontoriana UNIDA

Kunjungan dan Seminar PKU UNIDA Gontor di PRISTAC

Al Hafidh by Al Hafidh
7 years ago
in UNIDA
0
Kunjungan dan Seminar PKU UNIDA Gontor di PRISTAC

Jakarta, Gontornews — Rombongan Program Kaderisasi Ulama (PKU) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor mengadakan kunjungan dan seminar di Pesantren for the Study of Islamic Thought and Civilization (PRISTAC) Depok, Jawa Barat. Ahad (15/12) sore.

Sebelum masuk pada presentasi dan uji materi para peserta PKU, terlebih dahulu ada beberapa sambutan, baik dari pihak PKU maupun pihak PRISTAC.

Sambutan dari pihak PRISTAC, dikemukakan oleh Ustadz Nuim Hidayat, M.Si. Saat itu ia mengenalkan tentang seluk beluk PRISTAC baik dari segi sejarah berdiri, sistem pembelajaran dan lain-lain. Bukan hanya pengenalan tentang pesantren, Nuim Hidayat juga menceritakan hubungannya dengan Dr. Hamid Fahmi Zarkasy ketika sama-sama mengurus majalah Islamia. Artinya, ada irisan yang sama antara PRISTAC dan PKU UNIDA Gontor ditinjau dari aspek tujuan dan hubungan satu sama lain.





Sedangkan dari perwakilan PKU, Ustadz Adib Fuadi memberikan sambutan dengan mengenalkan PKU baik dari segi urgensi, program, tujuan, pelaksanaan sampai beberapa persoalan teknis. Terakhir, ia berpesan pada santri untuk bersungguh-sungguh dalam belajar, karena tantangan umat ke depannya semakin berat.

BACA JUGA

IQT UNIDA Gontor Kunjungi IIQ Jakarta

UNIDA Gontor Ikut Serta Forum MU’TAMAD 2026 di Lirboyo Kediri

IQT UNIDA Gontor Pelajari Metodologi Riset Sosial di BRIN

Gontor Putri Kampus 7 Riau Sukses Gelar Ulangan Umum Semester Kedua

UNIDA Gontor Ikuti Workshop Nasional Penguatan Body of Knowledge PAI

Setelah sambutan kedua belah pihak, mulailah para peserta PKU memaparkan materinya. Ada tiga peserta yang mempresentasikan makalahnya, yaitu, Fariz Mirzha Abdillah, Ahmad Faizin Shaleh dan Fajrin Dzul Fadli.

Pemateri pertama Fariz Mirzha Abdillah mengangkat judul “Studi Kritis Metode Penafsiran Muhammad Arkoun terhadap Ayat-Ayat Mawaris”. Saat itu ia menjelaskan kekeliruan pendekatan tafsir linguistik yang dilakukan Arkoun terhadap surat an-Nisa ayat 12 tentang waris. Dalam aspek otoritas, Arkoun sama sekali tidak memiliki kemampuan yang mumpuni sebagai mufassir.



“Di dalam tradisi Islam, tidak sembarangan seseorang bisa menafsirkan Al-Qur’an,  ada syarat-syarat bagi mufassir seperti: aqidah yang selamat, hafal Qur’an, penguasaan bahasa Arab dan ilmu-ilmu yang menunjang untuk menafsirkan Al-Qur’an,” ujar Fariz.

Sedangkan dari aspek keterpengaruhan, ketika menafsirkan, Arkoun sangat terpengaruh teori David. S. Power yang mempertanyakan autentisitas Al-Qur’an dilihat dari aspek linguistik. Maka Arkoun juga memakai pendekatan yang sama untuk mempertanyakan kalimat “yushi” dan “yuratsu” dalam ayat tersebut. Dalam pemaparannya, Fariz Mirzha Abdillah menyebut pendekatan itu terlalu mengada-ngada dan ini menunjukan otoritas Arkoun yang tidak memahami ilmu bahasa dan qiraat Al-Qur’an.

Setelah Fariz Mirzha Abdillah, giliran Ahmad Faizin Saleh dengan judul “Problem Relativisme dan Implikasinya terhadap Agama dan Sosial”.

Sesuai dengan judulnya, ia terlebih dahulu memaparkan bahaya paham bahwa kebenaran itu relatif. Padahal, dalam aspek sosial saja, semua orang sepakat bahwa pembunuhan itu jelek. Anggapan “jelek” menunjukkan ada nilai yang pasti di dunia ini, tidak semuanya relatif.

Jika dari segi sosial saja bahaya, maka apalagi dalam aspek agama. Ia menjelaskan rusaknya agama jika relativisme diterapkan sebagai cara pandang.

“Jika seluruh kebenaran itu subjektif, bahkan relatif, maka setiap orang akan menafsirkan agama sesuai kemauannya dan cenderung antiotoritas,” kata Faizin.

Dampak lebih lanjut dapat dilihat dari cara pandang Nashr Hamid Abu Zaid yang memandang al-Qur’an sebagai produk budaya. Kalam Allah dalam Qur’an dianggap seperti teks biasa, sehingga dapat diubah-ubah sesuai lingkungan, situasi dan zaman. Oleh karena itu, paham serba relatif terhadap segala nilai dan kebenaran tak bisa diterapkan terhadap agama Islam, bahkan persoalan sosial.

Terakhir, pemaparan materi dari Fajrin Dzul Fadli dengan judul “Kritik Argumen Homoseksualitas Barat”. Dengan judul tersebut, Fajrin ingin membuktikan bahwa homoseksual itu “disorder or illness” bahkan dalam perspektif Barat sendiri.

Sebelum menjelaskan, Fajrin mewanti-wanti terhadap upaya normalisasi homoseksual yang dilakukan para aktivis dan pendukungnya lewat media cetak, film, komik bahkan kartun anak-anak. Apabila sudah seperti itu, maka homoseksual sudah dianggap wajar, lumrah dan merupakan salah satu keberagaman dalam bermasyarakat.

Selanjutnya ia memaparkan bahwa dulu ada beberapa kalangan Barat yang menganggap homoseksual itu penyakit. American Psychiatric Assosiation (APA) pada tahun 1952 menganggap homoseksual itu merupakan sebuah penyakit. Meski, dengan berbagai tekanan, hari ini APA sudah menganggap homoseksual sesuatu yang normal secara psikologis.

Selain APA, para ilmuwan seperti Ronald Bayer, Robert L. Spitzer, Robert L. Kinney juga menganggap homoseksual itu tidak normal. Mereka melakukan penelitian yang membuktikan bahwa orang homoseks bisa berubah kembali menjadi normal. Hal ini membuktikan, homoseksual adalah penyakit yang bisa disembuhkan.

Sebagai penutup dari pemaparannya, Fajrin Dzul Fadli mengatakan, “Para ulama jauh lebih penting untuk kita dengarkan fatwanya daripada penelitian psikolog modern yang penuh dengan kepentingan dan kerancuan. Tak satupun ulama yang memfatwakan homoseksual itu normal dan halal,” ungkap Fajrin ketika menutup presentasinya.

Selesainya pemaparan ketiga pemateri di atas menandakan bahwa acara kunjungan dan presentasi PKU ke PRISTAC telah berakhir.

Namun sebelum itu, ada sebuah epilog dari Ustadz Hasib Amrullah, M.Ud yang menyimpulkan dan menambahkan beberapa materi dari ketiga presenter sebelumnya. Setelah epilog berakhir, para pembimbing, mentor, staf serta peserta PKU mulai meninggalkan PRISTAQ untuk melanjutkan perjalanan ke Bekasi. [Fachri Khoerudin]

Tags: PKU UNIDA GontorpristacSeminar Pemikiran
Share26Tweet16Send
Previous Post

Demonstrasi Anti UU Kewarganegaraan di India Ricuh

Next Post

ACT: Pemkot Padang Donasikan 100 Juta untuk Palestina

Al Hafidh

Al Hafidh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026

Komjen (Purn) Dr Nurfaizi Suwandi: Mutiara Indonesia di Negeri Piramida

13 February 2018
Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

2 November 2026
Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

1 November 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

0
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

0
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

0
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

8 November 2026
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

8 November 2026
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

7 November 2026
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

7 November 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result