Mesir, Gontornews – Putra mantan Presiden Mesir Mohamed Mursi, Abdullah Mursi, mengatakan, Pemerintah Mesir tidak akan membiarkan dunia mengetahui kondisi ayahnya karena takut diekspos.
Awal bulan ini sekelompok anggota parlemen senior Inggris, mulai dari Partai Konservatif yang memerintah sampai Partai Demokrat dan Demokrat Liberal, mengajukan petisi kepada Pemerintah Mesir untuk mengizinkan mereka menemui mantan Presiden Mesir Mohamed Mursi, namun petisi mereka ditolak.
Petisi tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran akan kesehatan mantan Presiden Mesir itu.
Sebuah laporan menunjukkan, permintaan Mursi untuk mendapatkan perawatan medis ditolak pemerintah.
Dikutip dari laman Aljazeera, Abdullah Mursi mengatakan, pihak berwenang Mesir secara langsung bertanggung jawab atas kondisi tidak manusiawi yang dialami ayahnya selama di penjara.
Menurutnya, ayahnya telah menjadi sasaran pemerintah, dan mereka khawatir jika hal itu akan terungkap ke luar apabila Mursi menerima pengunjung.
“Secara logika rezim yang berkuasa seharusnya mengizinkan delegasi Inggris melakukan pekerjaannya jika pemerintah serius menyangkal tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Namun rezim khawatir akan diekspos di mata dunia. Itulah mengapa mereka ketakutan menerima kunjungan itu,” kata Abdullah.
Putra Mursi itu juga menjelaskan, delegasi Parlemen Inggris dibentuk dan bertugas untuk menginvestigasi dan mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan terhadap ayahnya. [Devi Lusianawati]























