Lombok Utara, Gontornews — Satu korban akibat gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat berhasil ditemukan pada Selasa (7/8). Korban yang diketahui bernama Dea (23) tertimbun bangunan yang roboh akibat gempa pada Ahad (5/8) lalu ini. Dea masih dalam kondisi hidup dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Mataram.
Laporan dari Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang berada di lokasi mengatakan, korban ditemukan di bawah timbunan bangunan oleh warga sekitar yang melihat kaki korban. Ketika ditemukan korban lansung dibawa dengan ambulans ACT yang kebutulan sedang lewat di Desa Pemenang, Lombok Utara.
“Alhamdulillah korban ditemukan masih hidup,” ucap Atep Salman Al-Farisi, salah satu relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) yang melakukan evakuasi bersama Tim Emergency Response ACT, Selasa (7/8).
Evakuasi yang berjalan dua jam lamanya ini dibantu personil TNI dan Tim AMAN Bersatu yang memang sudah berada di lokasi. Tim ACT yang membantu Dea keluar dari puing bangunan merupakan tim dari pos Kayangan, Lombok Utara. Kini, peralatan yang dibutuhkan guna melanjutkan evakuasi korban yang diduga masih tertimbuh reruntuhan bangunan berupa palu besar, sarung tangan, golok, dan helm.
Aksi Cepat Tanggap segera mengirimkan bantuan berupa tim penolong untuk Lombok. Terdapat empat pos ACT di Lombok Utara dan satu pos di Lombok Timur. ACT juga mengirimkan berbagai keperluan untuk melakukan evakuasi korban. Salah satu posko di Lombok Utara terdapat di Kecamatan Pemenang.
Guncangan gempa 7,0 skala Richter yang menggetarkan Lombok dan sekitarnya terjadi pada Ahad (5/8) petang lalu. Ratusan rumah hancur, ribuan orang mengungsi membutuhkan makanan beserta selimut. Puluhan orang tewas. Hingga kini, tanggap darurat masih dilakukan di Lombok, khususnya Lombok Utara yang mengalami kerusakan terparah dibandingkan daerah lain. [Al Hafidh]

























