pesanan-baju-kaos
33 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 8 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Dunia

Dekan FUPI UIN Sunan Kalijaga Tekankan Bahaya Narcissus Digital di Forum Strategis Uni Eropa-Indonesia

Edithya Miranti by Edithya Miranti
11 months ago
in Dunia
0
Dekan FUPI UIN Sunan Kalijaga Tekankan Bahaya Narcissus Digital di Forum Strategis Uni Eropa-Indonesia

Yogyakarta, Gontornews — Forum strategis EU–Indonesia Interfaith and Intercultural Dialogue 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI, Uni Eropa, dan UIN Sunan Kalijaga menjadi panggung refleksi kritis tentang tantangan iman di era modern, Sabtu (29/11/2025). Forum yang dihadiri oleh para dosen serta mahasiswa sarjana, magister dan doktoral Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga ini menyajikan tiga sesi presentasi internasional.

Sebagaimana disadur ushuluddin.uin-suka.ac.id, dalam sesi ketiga bertajuk “Religion as a Vector of Gender Equality”, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga, Prof Dr H Robby Habiba Abror MHum menyampaikan orasi ilmiah yang menyoroti ancaman egoisme digital melalui tajuk “The Death of Narcissus and the Future of Faith”.

Sebelum membedah tantangan filosofis dan teologis tersebut, Prof Robby mengawali sesinya dengan mengajak seluruh hadirin, termasuk Wakil Duta Besar Uni Eropa dan para diplomat, untuk menundukkan kepala sejenak. Doa solidaritas dipanjatkan bagi para korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.





Dalam paparan utamanya, Prof Robby memperingatkan bahwa Sindrom Narcissus, merujuk pada mitologi Yunani kuno tentang sosok yang mati karena mencintai bayangannya sendiri—kini telah bermetamorfosis menjadi ancaman eksistensial. Mengutip pemikiran Jean Baudrillard dan Marshall McLuhan, ia menyebut layar gawai (screen) sebagai kolam pantulan baru bagi manusia modern.

BACA JUGA

Cuaca Ekstrem Akibat Banjir Bandang Lumpuhkan Wilayah Turki

HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

Bangun Generasi Muda Palestina, BAZNAS RI Salurkan Beasiswa Rp22 Miliar

Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

Masyarakat kini dinilai terhipnotis memoles Avatar di media sosial demi memburu validasi, jatuh cinta pada citra diri buatan, baik sebagai sosok saleh, intelektual, maupun aktivis di dunia maya.

“Obsesi pada refleksi digital ini membuat kita mengabaikan Echo dalam kehidupan nyata, seperti pasangan, anak, dan tetangga yang menjerit membutuhkan perhatian tepat di samping kita,” tegas Prof Robby.



Prof Robby berargumen bahwa Indonesia, sebuah bentangan geografis yang setara dengan delapan negara Eropa dari London di UK hingga Tashkent di Uzbekistan dan menaungi 1.340 suku bangsa, mampu bertahan sebagai laboratorium pluralisme global justru karena bangsa ini berhasil membunuh narsisme kolektif. Indonesia bertahan karena berani berhenti mencari pantulan Narcissus diri sendiri dan mulai merangkul “Liyan” (The Other).

Lebih jauh, ia menarik benang merah filosofi ini ke isu kesetaraan gender dengan menantang audiens untuk meruntuhkan Narcissus Patriarki, sebuah sistem di mana laki-laki hanya melihat dunia melalui cermin dominasinya sendiri. Baginya, agama bukanlah musuh kesetaraan, melainkan vektor potensial untuk menegakkan keadilan gender.

Narasi tersebut diperkaya oleh perspektif internasional dari dua narasumber lain. Dunya Elemenler, seorang Muslimah Ketua Perhimpunan Islam-Kristen di Jerman, membedah krisis kepercayaan (trust issues) yang melanda Eropa. Kendati Jerman memiliki demografi majemuk, tantangan diskriminasi dan isu pengungsi masih membayangi. Dunya menekankan bahwa dialog lintas iman adalah jalan utama untuk merajut kembali kepercayaan sosial yang terkoyak.

Sementara itu, Dr Alice Schumann dari pemeluk Hindu Jerman yang aktif di Masyarakat Perhimpunan Jerman-India, menyoroti posisi perempuan yang berada di persimpangan tradisi dan modernitas. Ia memaparkan transformasi peran perempuan Hindu yang kini bergerak dari ranah domestik menjadi kekuatan strategis dalam isu lingkungan dan pengentasan kemiskinan, terinspirasi oleh figur teologis dewi-dewi dalam tradisi Hindu.

Setelah kegiatan seminar internasional yang dikemas dalam bingkai Dialog Antariman dan Antarbudaya ini usai, dilanjutkan dengan diskusi lebih mendalam dan terfokus di Ruang Dekan FUPI UIN Sunan Kalijaga. Bersama Wakil Dubes Uni Eropa, ikut serta para delegasi dari Jerman, Belgia, Italia dan Prancis serta rombongan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI tentang upaya peningkatan kolaborasi dan penguatan kerjasama antara Indonesia dan Uni Eropa dalam bidang keagamaan dan kemanusiaan.

Komitmen Diplomatik Jakarta-Brussels

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Dr Noorhaidi Hasan, menegaskan posisi universitasnya sebagai tuan rumah yang berakar pada tradisi moderasi. “Dialog ini mencerminkan komitmen kami dalam memajukan kajian interdisipliner dan memberdayakan masyarakat menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Senada dengan itu, Stephane Mechati, Wakil Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, menyebut praktik harmonisasi di Indonesia sebagai pelajaran berharga bagi dunia. “Di saat dunia menghadapi ketidakstabilan geopolitik, memupuk dialog antarkomunitas agama bukan hanya penting, tetapi mendesak,” tegas Mechati.

Dari sisi pemerintah, Ghofar Ismail dari Direktorat Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, menyambut aktivasi dialog ini sebagai cerminan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang melampaui hubungan antar-pemerintah (G-to-G), menyentuh akar rumput melalui keterlibatan cendekiawan dan masyarakat sipil. [Edithya Miranti]

 

Tags: EU–Indonesia Interfaith and Intercultural Dialogue 2025UIN Sunan Kalijaga
Share10Tweet7Send
Previous Post

Landasan Bagi Para Da’i (Bagian Pertama)

Next Post

Paus Leo XIV Dukung Negara Palestina Merdeka, HNW: Mestinya Negara-negara Mayoritas Kristiani seperti AS Ikuti Sikap Paus

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

2 November 2026

Komjen (Purn) Dr Nurfaizi Suwandi: Mutiara Indonesia di Negeri Piramida

13 February 2018
Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

1 November 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

0
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

0
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

0
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

8 November 2026
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

8 November 2026
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

7 November 2026
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

7 November 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result