Jakarta, Gontornews—Penasaran dengan film Cahaya Cinta Pesantren (CCP)? Sebuah film bertemakan drama religi remaja berjudul Cahaya Cinta Pesantren ini siap tayang di bioskop Indonesia. Dibintangi Yuki Kato dan Rizky Febian, trailer film yang diproduseri oleh Ustaz Yusuf Mansur dan Harianto Tian ini menampilkan kisah yang menggugah, inspiratif dan kocak. Dala film tersebut ada empat pemain wanitanya, Adalah Yuki Kato, Febby Blink, Sivia Blink dan Vebby Palwita, yang tampak cantik dalam balutan busana muslimah.
Berdasarkan pantauan tim Gontornews.com saat ekslusif premiere di XXI Epicentrum Kuningan Jakarta Minggu 25 September 2016 kemarin malam film CCP sukses menghibur ratusan penonton. Hampir satu studio tertawa karena film layar lebar komedi remaja dengan latar belakang pesantren ini memang kocak ditonton. Selain itu film yang juga dibintangi oleh Elma Theana, Wirda Mansur, Zee Zee Shahab, Tabah Penemuan, dan Fachri Muhammad ini juga menggugah hati dan inspiratif untuk ditonton. Tak hanya itu keindahan danau Toba pun tersaji dalam film ini.
Sesuai dengan judul filmnya, CCP mengambil lokasi syuting di salah satu pesantren di kota Medan. Bahkan pemainnya tidur di pesantren. “Kita semingguan di Pesantren. Di Pesantren Raudlatul Hasanah Medan,” tutur Sutradara Film CCP Raymond Handaya saat berbincang dengan tim Gontornews usai privat nobar Minggu 25 September 2016 kemarin malam.
Dalam nobar privat tersebut ada sekitar 300 penonton pertama memadati studio 1 XXI Epicentrum Kuningan Jakarta. Selain pemain, fans, sutradara dan produser, pejabat dari Kementrian Agama Direktur Jenderal Pendididikan Islam Prof Kamarudin Amin juga turut hadir menonton film yang disutradarai Raymond Handaya ini. “Selain pejabat dari Kemenag, beberapa pengasuh Pondok Pesantren Forum Pesantren Alumni Gontor, Majalah Gontor dan IKPM Jakarta juga kita undang,”tutur salah satu dari tim Production House FullFrame Pictures Idris Rachman kepada Gontornews.com.
Film drama religi baru yang diadaptasi dari Novel “Cahaya Cinta Pesantren” karya Ira Madan ini menurut salah satu penonton Rudi Hartanto, film ini memuat banyak nilai positif. “Nilai pendidikan, kekeluargaan, keagamaan, persahabatan, percintaan dan komedinya juga ada. Semuanya ada, ”ujar Rudi yang merupakan salah seorang mahasiswa UIN Jakarta mengatakan.[Muhammad Khaerul Muttaqien]






















