Sana’a, Gontornews — Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali menggelar pemeriksaan kesehatan berkala untuk anak-anak, ibu hamil dan menyusui di Distrik Hamdan, Kegubernuran Sana’a, Yaman pada bulan November lalu. Bertempat di Unit Kesehatan Qa’a Al Farah, 45 anak dan 33 ibu menerima layanan kesehatan gratis.
Relawan medis ACT di Yaman melaporkan, dari total balita yang diperiksa, 13 balita mengalami malnutrisi akut dan 32 balita lainnya mengalami malnutrisi menengah.
Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) – ACT memaparkan, masyarakat Sana’a, khususnya anak-anak dan ibu hamil menyusui menderita akibat konflik berkepanjangan dan anjloknya keadaan ekonomi sosial Yaman.
“Banyak anak yang kekurangan gizi dan terhambat pertumbuhannya. Belum lagi, sedikitnya tenaga medis yang melayani anak-anak dan busui,” kata Faradiba dilansir dari laman actnews. Senin (9/12).
Program medis yang bekerja sama dengan Kitabisa ini berjalan berkala melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian suplemen vitamin. Selain pemeriksaan, klinik kesehatan Indonesia untuk warga Yaman berperan sebagai tempat edukasi kesehatan bagi keluarga dan ibu untuk meminimalisir malnutrisi.
“Banyaknya kasus anak lahir cacat, keguguran, prematur, dan ibu yang meninggal ketika melahirkan disebabkan kurangnya perhatian calon ibu dalam merawat kesehatan diri dan janinnya,” lanjut Faradiba. Selain gizi, kasus kesehatan anak-anak juga disebabkan kolera. [ACT]























