Jember, Gontornews — Islam turun ke bumi menunjukkan cara agar hidup manusia jadi teratur, karena sifat dasar manusia yang sulit diatur butuh agama Islam sebagai pengaturnya. Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Dr Muhammad Sholihin M PSDM dalam Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jember, Ahad (8/12).
“Jadi, agama Islam itu sesuai dengan fitrah manusia, sesuai dengan kemanusiaan,” jelasnya dilansir dari laman pwmu.co.
Menjalankan agama Islam itu, lanjut dia, sejatinya juga untuk meraih kebahagiaan hakiki yang ukurannya bukan materi, tetapi diukur dengan bertambahnya kepuasaan lahir-batin, dunia-akhirat.
Setidaknya ada 7 kunci kebahagiaan hidup menurut Islam yang disampaikan oleh Sholihin. Pertama iman dan amal shalih.
“Manusia itu sejak di dalam perut ibunya sudah ditanamkan nilai-nilai iman, sehingga memang manusia itu punya potensi untuk beriman,” ujarnya.
Kedua, menuntut Ilmu. Sholihin mengatakan sejatinya menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap Muslim dan Muslimah, utamanya menuntut ilmu agama Islam. “Dan menuntut ilmu itu ada tiga tahapannya, yaitu mendengar, membaca, lalu menulis,” imbuh pria murah senyum ini.
Ketiga, tawakkal kepada Allah. Menurut Sholihin dengan bertawakkal kepada Allah SWT maka Allah berjanji akan mencukupi segala kebutuhan hamba-Nya.
Keempat, mengingat Allah (dzikrullah). Untuk mengingat Allah menurut Sholihin diperlukan ketenangan hati. Dia mengingatkan agar selalu memulai pekerjaan dengan basmalah dan mengakhiri pekerjaan dengan hamdalah.
Kelima bersyukur. Sholihin membacakan Surat Ibrahim Ayat 7 yang berbunyi:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Ingat para jamaah pandailah bersyukur baik syukur bil qauli, bil fi’li, bil maal, serta bil ruh,” terang Sholihin.
Keenam, bersikap sabar. “Saya pernah membaca sebuah teori yang mengatakan bahwa ketenangan (kesabaran) adalah kemenangan besar,” ungkap dia.
Tapi Sholihin juga mengingatkan, sabar itu susah dilaksanakan. Salah satu kesabaran adalah menahan amarah.
Ketujuh, berdoa. Menurut alumni IMM ini, berdoa adalah alat dan pusaka manusia untuk bisa bertahan hidup dan meraih kebahagiaan.
“Doa itu bisa mengubah takdir sesuai dengan firman Allah pada Surat Arrad Ayat 11, ‘Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.’,” tegas Sholihin.
Hadir dalam pengajian yang digelar di halaman Kantor PDM Kabupaten Jember ini Sekretaris PDM Jember Dr M Hazmi DESS dan Wakil Ketua PDM Dr Aminullah el Hadi MA. Ratusan warga Muhammadiyah Kabupaten Jember meramaikan acara ini.

























