Berlin, Gontornews — Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan sebagian besar toko harus tutup hingga 10 Januari 2021 mendatang. Merkel berharap upaya ini dapat memperketat penyebaran virus korona sekaligus mengendalikan sebaran penyakit Covid-19.
“Saya berharap memberlakukan tindakan yang lebih ringan. Tetapi karena belanja Natal, jumlah kontak sosial telah meningkat pesat,” kata Merkel pasca pertemuan dengan 16 pemimpin negara bagian, Ahad (13/12).
“Ada kebutuhan mendesak untuk mengambil tindakan,” imbuh Merkel.
Merkel menjelaskan bahwa ada beberapa toko penting seperti supermarket, apotek, bank yang akan kembali beroperasi mulai 16 Desember mendatang. Sementara pangkas rambut, salon kencantikan dan perajin tato juga harus tutup.
Sebagai konsekuensi, Jerman menyiapkan anggaran sebesar 11 Miliar Euro atau setara 188 Miliar Rupiah bagi toko atau bisnis yang terdampak. Menteri Keuangan Jerman, Olaf Scholz, mengatakan sektor bisnis yang terpaksa tutup akan menerima hingga 90 Persen pemasukan atau naik 500.000 Euro perbulan.
Sementara kegiatan pembelajaran, secara prinsip, tutup. Sementara untuk sektor usaha, pemerintah memberlakukan pemberhentian operasi atau menyuruh karyawan untuk bekerja dari rumah. Pemerintah juga melarang penjualan kembang api jelang malam tahun baru.
Dalam enam pekan terakhir, Jerman telah memberlakukan isolasi ketat. Sejumlah bar dan restoran tutup. Sementara toko-toko ataupun sekolah tetap beroperasi dengan aturan pembatasan ketat. Beberapa daerah atau negara bagian bahkan memberlakukan tindakan yang lebih keras saat infeksi meningkat.
Jerman membatasi pertemuan lebih dari lima orang dari dua keluarga. Sementara, selama Natal, aturan tersebut melonggar agar keluarga bisa merayakan bersama-sama.
Pemerintah Jerman belum dapat memastikan kapan penguncian ini berakhir. Sejumlah sumber mengatakan bahwa kegiatan ekonomi dapat kembali beroperasi setelah 10 Januari meski pemerintah belum dapat memastikan apapun. [Mohamad Deny Irawan]























