Kandahar, Gontornews – Seorang polisi Afghanistan menembak hingga tewas 7 rekannya sesama polisi di Provinsi Kandahar.
Juru bicara provinsi Jamal Nasser Barekzai mengatakan, usai menembak anggota polisi si penyerang langsung melarikan diri dari lokasi penembakan di distrik Shawali Kot. Penyelidikan atas kasus tersebut masih terus dilakukan.
Serangan tersebut merupakan kasus terbaru dimana serangan dilakukan oleh orang dalam yaitu ketika seorang polisi atau tentara Afghanistan justru mengarahkan senjatanya ke pasukan Afghanistan atau pasukan internasional.
Sementara itu, Juru bicara Taliban Qari Yusouf Ahmadi mengatakan laki-laki yang melakukan penyerangan adalah tentara yang bergabung dengan Taliban.
Kelompok bersenjata, yang secara efektif mengendalikan sekitar setengah negara itu, saat ini tengah mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama 18 tahun di negara itu.
Negosiasi putaran terakhir dan kedelapan dimulai pada hari Sabtu kemarin di ibukota Qatar, Doha.
AS, telah menginvasi Afghanistan dan menggulingkan Taliban pada tahun 2001 dan menginginkan agar Taliban menjamin bahwa negara itu tidak akan menjadi surga bagi teroris. Sementara Taliban sendirian menginginkan agar dilakukan penarikan semua pasukan asing pimpinan AS dari negara itu.
Sebuah sumber Taliban mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa upaya sedang dilakukan untuk mengatur pertemuan langsung antara utusan AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad dan salah seorang pendiri Taliban Mullah Baradar, yang mengepalai sayap politik gerakan itu.
Menurut PBB, negosiasi terus berjalan di tengah pertempuran yang juga belum mereda. Korban dari warga sipil terus berjatuhan dan menjadi rekor tertinggi pada bulan lalu.
Lebih dari 1.500 warga sipil tewas atau terluka dalam konflik yang berlangsung sejak bulan Juli yang merupakan bulan dimana telah memakan korban terbanyak di tahun 2019 ini, bulan mematikan sejak Mei 2017 lalu. [Devi Lusianawati]























