Surabaya, Gontornews — H Abdul Kadir Riyadi, Ph D, alumnus Gontor tahun 1990, Selasa pagi (17/12) tengah melaksanakan Sidang Senat Terbuka dalam acara pengukuhan sebagai profesor/guru besar di bidang Ilmu Filsafat Tasawuf.
Sidang yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini, digelar di Sport Center UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Ampel Surabaya. Beberapa tamu undangan pun hadir dan turut menyaksikan pengukuhan Prof Abdul Kadir tersebut.
Tidak hanya H Abdul Kadir saja, Sidang Senat Terbuka kali ini juga turut mengukuhkan Dr H Imam Ghazali, MA, sebagai profesor/guru besar dalam bidang Ilmu Sejarah Pemikiran Klasik di universitas yang sama.
Sebelum acara pengukuhan, dibacakan pula dua orasi ilmiah guru besar dari keduanya. Pertama, H Abdul Kadir membacakan orasinya yang berjudul, “The Green Sufism: Mengasah Kecerdasan Ekologis dengan Tasawuf”. Kedua, Dr H Imam Ghazali, dengan orasi yang berjudul, “Masjid dalam Al-Qur’an dan Hadits: Kontinuitas & Kreatifitas Budaya.
“Untuk mencapai tahapan ini prosesnya lama sekali. Harus ada jurnal scopus, buku, jurnal-jurnal nasional yang sesuai dengan permintaan untuk mencapai gelar guru besar tersebut,” terang Dr Ika Yunia, istri H A Kadir Riyadi, kepada Gontornews.com.
Atas pencapaian yang membanggakan ini, ucapan selamat pun terus bergulir dari berbagai pihak untuk kedua profesor baru tersebut. Semoga ke depan, ilmu keduanya bisa terus bertambah dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
H Abdul Kadir, sebelum sukses meraih gelar profesornya, ia telah menyelesaikan studi S1 di Al-Azhar University jurusan Syariah Islamiyah. Ia lantas melanjutkan studi S2 di Cape Town University, Afrika Selatan, jurusan sosiologi. “Dan berhasil merampungkan gelar doktornya di Cape Town University, jurusan filsafat,” pungkas Ika. <Edithya Miranti>

























