Doha, Gontornews — Turki akan menanggapi sanksi yang dijatuhkan AS, kata Menteri Luar Negeri Turki pada 14 Desember.
“Jika sanksi diterapkan, Turki harus merespons. Kami berusaha mengatasi masalah ini tanpa sanksi dan melalui dialog dan saling pengertian,” kata Mevlüt Çavuşoğlu pada Forum Doha ke-19 yang diadakan di ibukota Qatar.
Berbicara tentang resolusi yang disahkan Senat AS atas tuduhan Armenia terhadap peristiwa tahun 1915, Çavuşoğlu menegaskan bahwa politisi dengan pengetahuan sejarah terbatas tidak boleh “menilai sejarah”.
“[Senat AS] mengeluarkan resolusi ini karena kekecewaan mereka atas Operasi [Musim Semi] Turki di Suriah utara dan karena Armenia dan lobi-lobi lain yang mendukung mereka,” katanya.
Pada 12 Desember, Senat AS dengan suara bulat mengeluarkan resolusi yang mengakui klaim Armenia tentang peristiwa yang terjadi pada tahun 1915.
Pada peristiwa 1915 orang-orang Armenia di Anatolia timur yang berpihak pada invasi Rusia dan memberontak melawan pasukan Ottoman banyak yang tewas.
Turki menolak peristiwa itu disebut sebagai “genosida” tetapi menggambarkan peristiwa itu sebagai tragedi di mana kedua belah pihak banyak jatuh korban.
Turki telah berulang kali mengusulkan pembentukan komisi gabungan para sejarawan dari Turki dan Armenia plus para pakar internasional untuk memeriksa masalah ini. [RM]























