Port of Spain, Gontornews — Pemerintah negara kepulauan Karibia, Trinidad & Tobago, Senin (3/5/2021), memperketat penguncian hingga tiga pekan mendatang. Keputusan ini tidak lepas dari terciptanya rekor penambahan kasus infeksi harian Covid-19 serta berkurangnya tempat tidur rumah sakit bagi pasien.
Perdana Menteri Trinidad & Tobago, Keith Rowley, mengatakan aturan ini memperbolehkan aktifitas bisnis penting seperti supermarket, apotik dan layanan keuangan. Sementara untuk sektor energi dan manufaktur, pemerintah memutuskan untuk membatasi jam kerja.
Pemerintah menutup pusat perbelanjaan, bioskop, teater, restoran, bar, tempat ibadah, salon kecantikan dan pusat kebugaran sejak pekan lalu. Sedangkan bisnis ritel dan pedagang kaki lima akan tutup mulai tengah malam.
“Sistem perawatan kesehatan kami sedang dalam bahaya karena tingkat infeksi yang kami alami,” tutur Rowley kepada Reuters.
Sejatinya, negara berpenduduk 1,3 juta orang ini berhasil mengekang penyebaran kasus Covid-19 sepanjang tahun lalu. Sejak muncul tahun 2020, Trinidad & Tobago mengonfirmasi 11.313 kasus dan 174 kematian.
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, angka penularan Covid-19 meningkat drastis. Kini, Trinidad & Tobago mendaftarkan 2.506 kasus Covid-19 aktif. Pejabat kesehatan terkait memperingatkan bahwa sistem perawatan kesehatan bisa kewalahan dalam 10 hari ke depan jika tren penambahan kasus terus berlanjut.
Salah satu faktor yang perlu mendapatkan perhatian serius adalah masuknya varian P1 asal Brazil yang sangat menular. Kasus ini terindentifikasi dari seorang migran Venezuela beberapa waktu lalu.
Hingga saat ini, baru 42.455 orang Trinidad & Tobago yang mendapatkan vaksin Covid-19. Mereka mengelukan akses global yang tidak adil bagi negara yang tidak memiliki beban finansial maupun politik untuk mencapai kesepakatan. [Mohamad Deny Irawan]


























