New Heven, Gontornews – Virus zika kembali menyeruak. Kali ini, sejumlah peneliti dari Brazil dan Yale School of public health di Yale University menemukan bahwa virus zika menyebabkan gangguan glaukoma pada mata.
“Kami menemukan kasus pertama terkait zika yang mempengaruhi perkembangan ruang anterior atau bagian depan mata selama kehamilan penyebab glaukoma setelah lahir,” ungkap guru besar Yale School of Public Health, Dr Albert Icksang Ko, sebagaimana dilansir portal scintechdaily
Temuan ini bermula dari proses penelitian tentng zika di tempat pertama kali virus penyebab mikrosepali pada bayi baru lahir itu muncul yakni di Salvador, sebelah timur laut Brazil. Penelitian ini berusaha mengidentifikasi 3 anak berumur kurang lebih 3 bulan yang positif terkena virus zika sejak berada dalam kandungan.
Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa bayi yang terlahir dari ibu terinfeksi virus zika disinyalir menyebabkan pembengkakan, rasa nyeri serta robek di mata kanan. Tim peneliti berpendapat bahwa glaukoma menjadi penyebab utama.
Sejak ditemukannya kasus tersebut, dokter yang menangani pasien zika meminta otoritas kesehatan agar terus memantau perkembangan virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegpty tersebut. Pertanyaan mendasar adalah apakah ada hubungan antara Glaukoma dan zika di masa kehamilan atau setelah kelahiran.
Hingga saat ini, Organisasi kesehatan PAN Amerika melaporkan bahwa lebih dari 200.000 kasus diduga terkena zika sedangkan 109.000 lainnya positif terkena virus zika.
Sejak muncul di awal tahun 2015 yang lalu, zika kini telah mencapai Amerika serikat dengan 4000 kasus seputar zika. Menurut pusat kontrol dan pencegahan penyakit (CDC) belum ada yang mengonfirmasi vaksi untuk virus ini. Mohamad Deny Irawan



























