Jakarta, Gontornews — Kementerian Agama terus melakukan pengembangan Alquran Digital. Pada tahun 2016 Kementerian Agama merilis generasi pertama Alquran Digital. Dua tahun berikutnya Kementerian Agama melakukan revisi dan update aplikasi ini agar secara tampilan lebih menarik dan lebih ringan.
Kepala LPMQ Kemenag Muchlis Hanafi menjelaskan untuk memetakan respon publik, Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) melakukan penelitian terhadap masyarakat terkait penggunaan Alquran Digital versi Kemenag.
“Penelitian ini guna memotret kecenderungan masyarakat dalam menggunakan Alquran Digital versi Kemenag. Sehingga, kita bisa menghadirkan apa yang dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya dalam Seminar Hasil Penelitian Preferensi Masyarakat dalam Penggunaan Alquran Digital, di Jakarta, Kamis (15/11) seperti dilansir kemenag.go.id, Jum’at (16/11).
Dijelaskan Muchlis, keinginan kuat untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat tidak cukup jalan sendiri. Tapi juga harus bersinergi dengan Kominfo untuk pengembangan Alquran Digital ini. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa keberadaan Alquran Digital sangat dibutuhkan masyarakat dalam mendukung aktifitas keagamaan maupun non-keagamaan.
Masyarakat juga menghendaki produk Alquran Digital memiliki fitur serta konten yang lengkap, tapi tidak memberatkan kapasitas smartphone. Acara ini dihadiri 75 undangan yang terdiri dari unsur perguruan tinggi Alquran, pusat studi Alquran, termasuk pengembang Quran Digital.
Sejumlah narasumber seperti Guru Besar Unindra Prof. Mulyani Nurhadi, Kepala Badan Pelatihan dan Pengembangan TIK Kemkominfo Nusirwan, Kepala Bidang Pengkajian Alquran Abdul Aziz Sidqi turut membahas hasil penelitian ini. [Muhammad Khaerul Muttaqien]

























