Melbourne, Gontornews — Pemerintah Australia memastikan bahwa musim kebakaran hutan Australia masih akan berlanjut kendati hujan turun di sekitar pantai Timur Australia sejak Rabu (14/1).
Sebagaimana diketahui, kebakaran hutan di Australia telah terjadi di 180 titik dengan wilayah negara bagian Victoria dan New South Wales (NSW) menjadi wilayah terdampak paling parah.
Sementara 20 titik kebakaran hutan di NSW sementara di Victoria, kebakaran hutan terjadi di 5 titik. Pejabat setempat pun mengingatkan bahwa kondisi ini akan terus berlanjut untuk beberapa waktu mendatang.
“Saya berharap bisa mengatakan bahwa (kondisi) ini sudah berakhir. Tetapi, (kondisi ini) masih akan terjadi terus. Kami mendapatkan asap dari komunitas kami saat ini dan itu berada pada tingkat yang sangat berbahaya,” ungkap petugas layanan darurat di Vicroria, Lisa Neville, kepada dalam konferensi pers yang dirangkum Reuters.
Australia mengalami salah satu musim kebakaran hutan terdahsyat sepanjang sejarah. Akibat musibah ini, 28 orang dikabarkan tewas sementara lebih dari 2.500 rumah dikabarkan hancur.
Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan akan menaikkan target pengurangan emisi gas rumah kaca dan membentuk tim penyelidikan terkait musibah kebakaran hutan ini.
Pemerintah federal sendiri, pada hari Senin (13/1), akan menggelontorkan dana sebesar 35 Juta Dollar AS untuk membantu program darurat pemulihan satwa liar. Kebakaran hutan ini juga disinyalir menjadi bencana ekologis yang mengancam beberapa spesies satwa khas Australia seperti Koala maupun Walabi Batu. [Mohamad Deny Irawan]

























