pesanan-baju-kaos
34 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 20 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Warisan Leluhur Sambut Ramadhan

Oleh Muhammad Khaerul Muttaqien

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
8 March 2024
in Laput
0
Foto: detikcom

Bulan Suci Ramadhan 1445 H tahun 2024 akan segera tiba. Tak lama lagi umat Muslim di seluruh dunia akan menjalankan kewajiban puasa selama Bulan Suci Ramadhan. Sebagai Muslim, sudah seharusnya kita berbahagia akan kedatangan bulan tersebut, karena Allah SWT telah memberkahi Ramadhan dengan banyak kemuliaan dan ampunan.

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbanyak di dunia, Indonesia memiliki keunikan tersendiri dalam mengekspresikan kebahagiaannya dalam menyambut kedatangan Bulan Suci Ramadhan.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki berbagai suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Masing-masing mempunyai kebudayaan unik. Meleburnya budaya dan ajaran agama Islam ini membuat setiap daerah memiliki tradisi tersendiri dalam menyambut datangnya Ramadhan. Ambil contoh tradisi Meugang di Aceh. Dilansir maa.acehprov.go.id, Makmeugang atau Meugang merupakan tradisi yang sudah ada sejak masa kerajaan Aceh Sultan Iskandar Muda (1607—1636 Masehi). Hingga kini tradisi tersebut masih menjadi budaya yang tetap dilaksanakan masyarakat Aceh.

Dalam warisanbudaya.kemdikbud.go.id juga disebutkan, tradisi Meugang ini telah mengakar di kalangan masyarakat Aceh dan dilaksanakan di semua wilayah tersebut, khususnya umat Islam. Tradisi ini berupa pemotongan hewan. Selain kambing dan sapi, masyarakat Aceh juga menyembelih ayam dan bebek. Daging tersebut dimasak dan disajikan di masjid untuk makan bersama tetangga dan warga yang lain. Tradisi Meugang di desa biasanya berlangsung satu hari sebelum bulan Ramadhan atau hari raya, sedangkan di kota berlangsung dua hari sebelum Ramadhan atau hari raya.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Tradisi yang sama juga ada di Jambi yang disebut tradisi bebantai. Lulusan Universitas Negeri Yogyakarta Muhammad Dwi Kurniadi dan Husmayani Muny Putri (2021) dalam artikelnya yang dipublikasikan di Jurnal Lektur Keagamaan menjelaskan, tradisi bantai adat atau bebantai atau memantai ini berlangsung di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Masyarakat Merangin mayoritas beragama Islam. Saat bulan Ramadhan datang, mereka menyambutnya dengan berbagai kegiatan seperti membersihkan sarana umum, pengajian, dan tradisi yang unik, yaitu bebantai, memantai, atau lebih dikenal dengan bantai adat.

Bantai adat dimaknai sebagai kegiatan memotong hewan seperti sapi dan kerbau dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan. Kegiatannya dilaksanakan selama tiga hingga lima hari sebelum masuk bulan Ramadhan. Tujuannya untuk melestarikan tradisi dan memenuhi kebutuhan daging masyarakat. Lembaga adat mengharapkan masyarakat bergembira menyambut bulan Ramadhan dengan ibadah pemotongan massal sapi dan kerbau.



Dalam menyambut bulan Ramadhan, masyarakat Muslim di Pulau Jawa juga memiliki tradisi yang saat ini masih dilestarikan. Antara lain Punggahan atau Munggahan. Keduanya merupakan tradisi yang sama. Bedanya Munggahan lebih populer di kalangan masyarakat Sunda. Yunika Sari (2023) dalam artikelnya yang diterbitkan di Journal of Contemporary Rituals and Traditions menjelaskan, tradisi menyambut bulan suci Ramadhan ini memiliki berbagai keunikan dalam pelaksanaannya di setiap daerah.

Baik di desa maupun di kota, tradisi Munggahan masih dipertahankan. Khususnya, di Tatar Sunda, Jawa Barat, momen ini tidak pernah dilewatkan. Dalam pelaksanaannya tradisi Munggahan sangat beragam, seperti berkumpul dengan keluarga dan kerabat, botram atau makan-makan, saling memaafkan, berdoa, berziarah, dan tasyakuran. “Tradisi Munggahan membawa banyak kearifan dan manfaat, yang mewujudkan nilai-nilai keislaman seperti keimanan, amalan, ibadah, kearifan lokal, dan persaudaraan Islam,” tulis Yunika Sari.

Sedangkan Punggahan merupakan sebutan untuk tradisi di Pulau Jawa secara keseluruhan. Devi Sri Yuliyani (2022) dalam artikelnya yang dipublikasikan di Jurnal Sosial Budaya menjelaskan, Punggahan berasal dari kata munggah yang dalam bahasa Jawa  artinya naik. Sesuai kata munggah tersirat makna perubahan ke arah yang lebih baik dari bulan Sya’ban menuju Bulan Suci Ramadhan dan untuk peningkatan iman selama melakukan ibadah puasa Ramadhan. Tradisi ini bertujuan untuk mengingatkan Ramadhan akan segera tiba, dan juga untuk mengirim doa bagi orang-orang yang telah wafat. Punggahan biasanya dilakukan di rumah, masjid ataupun mushala dengan mengundang sanak saudara, tetangga sekitar dan seorang kiai untuk memimpin tahlil dan doa.

Dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan, masyarakat di beberapa wilayah di Indonesia juga melakukan tradisi mandi secara khusus yang ditujukan untuk bersuci karena akan menjalankan ibadah puasa. Tradisi tersebut di Sumatera Utara dikenal dengan istilah Marpangir, di Lampung dikenal dengan istilah Belangiran, sedangkan di wilayah Jawa Tengah disebut Padusan. Selain itu masih banyak tradisi lainnya di Jawa mulai dari tradisi Dugderan di Semarang hingga Tabuh Bedug di Masjid Kudus.

Dilansir warisanbudaya.kemdikbud.go.id, Dugderan pertama kali dilaksanakan di Masjid Kauman, Bupati Semarang selaku umara datang ke Masjid Besar Kauman bersama-sama ulama menyampaikan hasil keputusan tentang awal puasa. Prosesi tradisi Dugderan terdiri dari tiga agenda yakni pasar (malam) Dugderan, prosesi ritual pengumuman awal puasa dan kirab budaya Warak Ngendok. Tradisi ini hingga sekarang masih terus dilestarikan dan dilakukan dengan segala dinamika dan perkembangannya. Pasar Dugderan dilakukan selama satu pekan penuh, mulai siang sampai malam dan dipusatkan di Pasar Johar atau sekitar Masjid Besar Kauman.

Tradisi khas menyambut Ramadhan juga ada di Sulawesi Selatan. Salah satunya Suru Maca atau Suro’ Maca. Tradisi ini masih banyak dilakukan oleh warga keturunan Bugis Makassar khususnya di wilayah pedesaan. Suru Maca atau Suro’ Maca dapat diartikan “meminta” (Suru/Suro’) untuk mendoakan (Maca). Ritual ini dilakukan menjelang bulan Ramadhan, biasanya selama sepekan sebelum bulan Ramadhan. Konon, ritual ini sudah dilakukan oleh nenek moyang suku Bugis Makassar dan sampai saat ini masih terjaga. Selain mengirimkan doa, tradisi Suru Maca ini pun menjadi sebuah penghormatan kepada leluhur yang telah tiada dan sebagai cara untuk membersihkan jiwa dan ruhani sebelum melaksanakan ibadah puasa.

Berbagai tradisi tersebut merupakan refleksi keagamaan masyarakat setempat. Refleksi tersebut merupakan bentuk kecintaan mereka kepada tradisi keislaman berupa penghormatan kepada bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ

Artinya: Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan (HR Ahmad).

Melalui berbagai tradisi di atas, para leluhur bangsa ini memberikan pesan kepada seluruh warga di berbagai zaman untuk memuliakan Bulan Suci Ramadhan. Jika pada bulan lain banyak orang mengerjakan maksiat, maka pada Ramadhan, mereka harus meninggalkan maksiat tersebut, membiasakan diri dengan beribadah sebanyak mungkin.

Kemudian mengingat pesan Nabi Muhammad tentang betapa strategisnya bulan Ramadhan untuk membangun kualitas diri dan budaya keislaman yang berkualitas. Baik individu maupun kelompok, harus sama-sama memperbanyak ibadah dan kebaikan. Dengan begitu, kualitas kehidupan menjadi lebih baik. []

Tags: RamadhanTradisi masyarakat
Share9Tweet6Send
Previous Post

Nasihat bagi Pencari Ilmu di Luar Negeri

Next Post

Gebyar Keseruan Ramadhan SatSet ala Emak-emak Nahyez

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

19 October 2026
Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

19 October 2026
Gontor Maju Karena Keharmonisan & Ukhuwwah

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

16 October 2026
UNIDA Gontor Gelar Ramadhan Ceria di Dusun Ngetrep

Internalisasi Keimanan Anak Usia Sekolah Dasar: Sinergi Pembinaan Keluarga dan Lingkungan Sosial

16 October 2026
Darul Falah Sukorejo Bedah Buku Karya Habiburrahman El Shirazy

Darul Falah Sukorejo Bedah Buku Karya Habiburrahman El Shirazy

0
Otak Orang Dewasa Tersinkron dengan Bayi Saat Bermain Bersama   

Al-Qur’an dan Gaya Pengasuhan Anak Usia Dini

0
Cuaca Ekstrem Akibat Banjir Bandang  Lumpuhkan Wilayah Turki

Cuaca Ekstrem Akibat Banjir Bandang Lumpuhkan Wilayah Turki

0
Segudang Manfaat Kesehatan Tanaman Akar Kucing

Segudang Manfaat Kesehatan Tanaman Akar Kucing

0
Pusat Data ChatGpt ‘Kuras’ Jutaan Liter Air Bersih

Pusat Data ChatGpt ‘Kuras’ Jutaan Liter Air Bersih

0
Pusat Data ChatGpt ‘Kuras’ Jutaan Liter Air Bersih

Pusat Data ChatGpt ‘Kuras’ Jutaan Liter Air Bersih

20 October 2026
Segudang Manfaat Kesehatan Tanaman Akar Kucing

Segudang Manfaat Kesehatan Tanaman Akar Kucing

20 October 2026
Otak Orang Dewasa Tersinkron dengan Bayi Saat Bermain Bersama   

Al-Qur’an dan Gaya Pengasuhan Anak Usia Dini

20 October 2026
Darul Falah Sukorejo Bedah Buku Karya Habiburrahman El Shirazy

Darul Falah Sukorejo Bedah Buku Karya Habiburrahman El Shirazy

20 October 2026
Kunci Penting Membangun Cinta Agama pada Anak Tanpa Merusak Fitrah

Kunci Penting Membangun Cinta Agama pada Anak Tanpa Merusak Fitrah

20 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result