pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 30 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Dirasah

Kegersangan Sains Barat (Bagian 1)

Oleh Edy Warisman (Alumnus Peserta Program Kaderisasi Ulama (PKU) UNIDA Gontor)

Al Hafidh by Al Hafidh
5 years ago
in Dirasah
0
Kegersangan Sains Barat (Bagian 1)

Webinar Pemikiran dan peradaban Islam PKU UNIDA Gontor

Dalam kajian Tugas Akhir (TA) Program Kaderisasi Ulama (PKU) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, seorang pesertanya alumnus sarjana psikologi mempresentasikan makalahnya tentang “Dualisme Tubuh Manusia dalam Dunia Kedokteran Barat”. Adapun diantara esensi temuannya adalah bahwa semakin canggih sains dan tekhnologi dunia kesehatan modern, semakin lengkap obat-obatan, semakin beragam dan kompleks pula penyakit dimasyarakat. hingga hal ini berdampak pula pada semakin pendeknya umur umat manusia modern.

Kontruksi ilmu kedoteran barat tidak lahir secara instan. dari fenomena yang nampak itu telah tertanam kokoh pondasi worldview barat yang memahami dan memperlakukan alam semesta termasuk manusia hanya sebagai objek materialis semata. Hal ini diafirmasi oleh seorang fisikawan Golshani. beliau menegaskan bahwa dalam dua abad terakhir, sains didominasi oleh pandangan dunia sekuler, yang melihat alam secara mekanistik dan materialistik (Golshani, Issues in Islam and Science:2004). Walaupun ada banyak pandangan dunia, tapi pandangan dunia sekuler, mekanistik dan materialistik yang mendominasi sehingga menjadi paradigma sains modern.

Syed Naquib Al-Attas dalam hal ini nampaknya sepemahaman dengan Golshani, beliau juga mengatakan bahwa memang sains menangani hal-hal terkait dengan dunia inderawi yang bertumpu pada perkara-perkara zahir saja, namun sains barat memiliki keterbatasan untuk bisa berbicara tentang segala aspek. terutama yang berterkaitan dengan wilayah metafisik, misalnya pada pertanyaan untuk apa kita ada dan apa makna hidup manusia serta mengapa harus ada alam semesta dan apa hakikat dasarnya. Juga pertanyaan tentang darimana tabiat hukum alam yang teratur dan mutlak dengan segala keistimewaanya itu berasal yang kemudian mereka namakan kosmos (al-Attas,RUKM:2001,h.22). Para saintis barat tidak mempu menjawab pertanyaan dasar tersebut secara komprehensif, mereka hanya bisa menerima hakikat itu sebagai nasib yang mutlak tak terelakkan tragic.

Beliau juga menyatakan bahwa kebudayaan barat adalah kebudayaan sekuler, dalam pengertian tidak memberi ruang bagi Tuhan dalam kehidupan termasuk dalam dunia sains. Barat memandang alam sebagai sesuatu yang independen, kekal dan bekerja menurut sistemnya sendiri, Tuhan tidak mendapat tempat dalam mekanisme kerja alam semesta. Sains yang menggeluti alam hanya bekerja dengan memahami sebab akibat yang terjadi dalam alam sebagai sesuatu yang alamiah.

BACA JUGA

Pemuda, Masjid, dan Masa Depan Peradaban Islam

Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Merawat Adab di Tengah Ragam Tradisi Pesantren

Walisongo dan Proses Islamisasi di Kepulauan Nusantara

Masjid sebagai Poros Utama Peradaban Islam

Objek Sains Barat

Aristoteles membagi objek menjadi 4 yaitu : 1). objek formal (bentuk), 2). Material (dikenali), 3). final (tujuan) dan 4). efesien (pembuat). objek 1 dan 2 ada pada bendanya, sedangkan 3 dan 4 tidak atau diluar dirinya. Namun setelah periode renaisaince para saintis modern menghapus objek 3 dan 4, karena mengandung indoktrinisasi yang dapat mengekang eksperimen. Karna bagi sains modern, sains untuk sains, sekalipun melampaui batas-batas moralitas (Ust.Yongki.S).



Salahsatu arsitektur konstruksi sains modern itu adalah Auguste Comte. Ia  menegaskan sekularisme dan materialisme sebagai dasar yang memiliki pondasi utama antara lain, objektif bahwa teori tentang semesta harus bebas nilai, hanya berbicara tentang semesta yang teramati, yang dikenal dengan fenomenalisme, semesta direduksi menjadi fakta-fakta yang dapat diamati yang disebut reduksionisme, semesta sebagai objek-objek yang bergerak mekanis, yang diistilahkan dengan naturalisme (Doni G Adian, Menyoal Objektivisme Ilmu Pengetahuan Dari David Hume Sampai Thomas Kuhn : 2002).

Sains barat tidak perlu kepada Tuhan, sama sekali tak menggubris wacana teologis dalam sistem kerja alam. Alam hanya dipahami sebagai realitas fisik yang bekerja secara alamiah tanpa pengatur, terjadi secara kebetulan dengan sendirinya dan tanpa tujuan akhir. Hal ini menguatkan pandangan dualisme yakni pemisahan antara fakta dan nilai sebagai sesuatu yang objektif dan subjektif. Karena itu, dalam dunia sains muncul relativisme moral dengan melihat moralitas sebagai subjektifitas.

Pandangan yang mengesampingkan metafisik ini mengindikasikan ketidak netralan sains barat. Hal ini bukan sekedar masalah ketidaknetralannya yang tidak sejalan dengan ajaran Islam. Tapi karena pandangan metafisik itu memengaruhi penerapan sains, sehingga menimbulkan dampak destruktif bagi umat manusia secara keseluruhan. Paling tidak ada empat dampak desktruktif sains modern bagi manusia, pertama, eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam. Kedua, kesenjangan yang tajam antara kaya dan miskin. Ketiga, polusi lingkungan. Keempat, gangguan terhadap dimensi spiritual.

Sardar dan Nasr juga turut serta mengkritik sains modern, kritikan mereka tidak semata didasarkan pada alasan teologis, tapi juga pada alasan krisis dalam kehidupan sosial dan ekologi (H.Sardar dan Z.Nasr:1986). Mereka juga mengaitkan dengan persoalan pada wilayah etika yang tidak lagi dipertimbangkan dalam dunia sains modern, sementara hal itu terjadi karena pandangan metafisik yang materialistik dan mekanistik yang menegaskan pemisahan fakta dan nilai serta menganggap yang kedua tidak ilmiah sehingga tidak bisa masuk dalam wilayah sains. Alhasil tidaklah ilmiah dan objektif alias tertolak jika tidak melalui sistematika metode sains modern. (Bersambung)

Tags: Kegersangan Sains BaratProgram Kaderisasi Ulama (PKU)
Share23Tweet15Send
Previous Post

Mengamalkan Ilmu

Next Post

Kegersangan Sains Barat (Bagian 2) Akhir

Al Hafidh

Al Hafidh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

29 October 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

29 October 2026
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

28 October 2026
Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

0
IQT UNIDA Gontor Pelajari Ilmu Qira’at di Daru Hasbi Jakarta

IQT UNIDA Gontor Pelajari Ilmu Qira’at di Daru Hasbi Jakarta

0
Laba-Laba Bisa Bermimpi, Benarkah?

Laba-Laba Bisa Bermimpi, Benarkah?

0
Pimpinan Darunnajah 2 Cipining KH Jamhari Abdul Jalal Wafat

Pimpinan Darunnajah 2 Cipining KH Jamhari Abdul Jalal Wafat

0
BPJPH Apresiasi Dampak Positif Gen Halal Championship 2026

BPJPH Apresiasi Dampak Positif Gen Halal Championship 2026

0
Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

29 October 2026
Swedia Tidak Akan Ubah UU Kebebasan Berbicara

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

29 October 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
SAA UNIDA Gontor Pelajari Ekoteologi Hindu dan Tri Hita Karana di Malang

SAA UNIDA Gontor Pelajari Ekoteologi Hindu dan Tri Hita Karana di Malang

29 October 2026
Guru Hadlonah Belajar Optimasi Website Bersama PkM ILKOM UNIDA Gontor

Guru Hadlonah Belajar Optimasi Website Bersama PkM ILKOM UNIDA Gontor

29 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result